Selasa, 27 Februari 2018

Dibalik Layar Silaturahim PIPDJP se Jabodetabek

Alhamdulillaah wa syukurillaah, satu amanah telah selesai. Amanah kali ini saya bertugas sebagai sie perlengkapan di acara family gathering. Legaaaa rasanya. Kami, panitia khususnya, telah bekerja semaksimal mungkin baik waktu maupun tenaga serta pikiran agar acara yang tersaji nantinya akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan oleh para peserta. Tau lah ya, emak-emak pasti rempong kalau sudah berurusan dengan kepanitiaan. Mau acara sekecil apapun yang namanya p.a.n.i.t.i.a tetap saja harus rela membagi fokus. 

Bagaimana tidak, urusan rumah harus kelar, urusan suami dan anak harus beres, ditambah kalau sedang ada amanah-amanah yang lainnya,siap-siap harus menjaga kewarasan. Apalagi saatnya diuji ketika sedang rapat online diwaktu yang bersamaan. Pun ketika rapat kita sedang ada keperluan lain. Memang benar kan,emak-emak itu multi talent. Horeeee.. Tepuk tangan dulu deh yuk untuk para emak hebat! Prok prok prok prok... 

Sabtu,24 Februari 2018 lalu, adalah acara yang telah lama saya nantikan. Enggak hanya saya saja, tapi sekian banyak keluargapun menantikan hal yang sama. Yap, Silaturahim PIPDJP se Jabodetabek yang diselenggarakan di Bumi Bambini, Ciputat, adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh kami, para istri pendamping punggawa keuangan negara yang berdomisili di Jabodetabek.

Pukul 06.02 pagi, saya sudah tiba di lokasi. Sebelumnya, sang ibu ketua panitia yakni mbak Putri sudah hadir di tempat pada pukul 05.20. Padahal, panitia janjiannya pukul 06.30 sampai ditempat lho.  Wuuiihhh benar-benar ketua teladan ya. Ketua yang sangat bertanggung jawab. Setiap rapat, bu ketua pun selalu yang pertama kali hadir di tempat. Four thumbs! 




Begitu sampai di lokasi, saya menurunkan semua perlengkapan dari dalam mobil. Eh bukan saya sih yang nurunin, tapi suami saya. Soalnya barang-barangnya berat,lagipula kalau ada suami yaaa selayaknya diberdayakan lah ya. Kerjasama saling membantu agar cepat selesai itu tujuan mulia. Wkwkwk. 

Setelah semua barang selesai diturunkan, saya beserta ibu ketua menyulap area playground agar terlihat lebih eyecatching. Satu persatu teman-teman panitia yang mulai berdatangan langsung terjun membantu. Tak luput para suami ikut andil untuk memasangkan Backdrop. Backdrop utama dengan ukuran panjang 4 meter dan tinggi 2 meter, dipasang oleh suami saya dan suami mbak Iin. Suami saya memasang sisi sebelah kiri menggunakan tangga besi lipat. Saat sampai dipaling atas, loh kok tangganya goyang-goyang yang menandakan ketidakseimbangan atau ada beban yang berlebih. Suami saya lantas meminta tolong agar tangganya dipegangin,takut jatuh katanya. Pfiiuuhh..

Kemudian, untuk Backdrop sisi sebelah kanan, dipasang oleh suaminya mbak Iin. Dan taraaa tangganya aman terkendali. Enggak goyang sedikitpun. Hmmm... Jadi tangga yang bergoyang itu hanya pengaruh berat badan saja. Yaiyalah...  XXL VS XS gitu loh. Ahahahaha...



Selanjutnya, yang memasang  Backdrop berukuran panjang 2 meter dengan tinggi 1 meter untuk foto booth, adalah suami kak Wiwi dan suami mbak Rifna. Swear ini heboh banget lho. Sampai manjat pohon, naik tiang, demi menghasilkan pencahayaan yang mumpuni agar foto booth terlihat ketje badai.

Kurang puas dengan hasil pencahayaan di tempat yang sudah jadi, suami mbak Iin mencopot Backdrop yang sudah dipasang. Foto booth pindah tempat. Kembali, suami mbak Rifna dengan cekatan manjat pohon lagi untuk mengikat tali tambang ke pohon. Ckckckkk memang kalau sudah bakat nampaknya sulit dihilangkan.. Ihihihi.



Sementara para suami sibuk memasang Backdrop, para istri sibuk menggelar tikar, mengepack wardah dan kangen water, menggotong meja untuk booth wardah, menata hadiah di meja samping Backdrop dan memompa balon. Ada yang membawa pompa sepeda loh untuk memompa balonnya. Terus terus, disaat yang lain memompa balon dengan alat, ada nih emak perkasa yang meniup balon dengan mulut. Ajiiib! Super sekali! Yoook Tepuk tangan dooonk untuk mbak Iin.. Yeeeaaayyy!!!



Eh eh, dek Grace sudah datang, itu artinya snack box telah tiba. Wuuurrrr para suami dengan sigap menuju mobilnya dek Grace untuk membantu mengeluarkan snack box dari dalam mobil. Pun dua buah kursi plastik untuk panitia yang bertugas dibagian meja registrasi yakni bumil mbak Rahmatika dan busui mbak Ajeng. Terima kasih ya kursinya dek Grace, pikirannya visioner euy, memikirkan bumil dan busui biar enggak capek. Keren!

Oiya, mbak Widhya datang dengan tergopoh-gopoh membawa meja lipat tinggi beserta taplaknya yang akan digunakan untuk meja registrasi. Eh bukan taplak ding, kerudung segi 4 kok, ahahaha. Makasih umi Qean Qena,alhamdulillaah ya mejanya bisa muat di dalam mobil.. Ihihihi.

Setelah semuanya dirasa selesai,sekarang saatnya panitia untuk berfoto. Yeaaayyy. Ini nih yang paling saya senengin. Hahaha.



Tepat jam 8 pagi, kami telah siap menyambut para peserta dengan senyum termanis dan terindah kami, eaaaa. Mbak Bela dan suami, berinisiatif stanby di parkiran untuk mengarahkan para peserta agar tidak bingung mencari jalan menuju lokasi. Mantabh ini mbak Bela!

Begitulah kira-kira keseruan dibalik layar sebelum acara Silaturahim PIPDJP se Jabodetabek dimulai. Ini hanyalah segelintir cerita yang ada. Terima kasih untuk semua teman-teman panitia. Tetap kompak, tetap semangat dan kita ada untuk saling membantu! Muah muah...



Nantikan keseruan acaranya dalam postingan selanjutnya yaa.. Byee...

#onedayonepost 
#ODOPbatch5 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^