Selasa, 22 Mei 2018

Bintang Tamu di Akhir Pekan

Musholah di perumahan saya jika bulan Ramadhan selalu digunakan untuk tarawih warga se komplek plus warga luar sekitar perumahan. Terkadang ada juga supir ojeg online atau taksi online yang sholat di musholah kami. Padahal komplek perumahan kami tidak berada  tepat di pinggir jalan raya. Tapi mungkin karena speakernya keras, jadi orang tahu kalau di dalam komplek ada musholanya.

Imam sholat selama ini adalah warga dalam komplek secara bergantian saja. Kebetulan beberapa diantara warga ada yang hafiz dan guru tahsin, jadi semakin lengkap kesempurnaannya.

Sabtu, 19 Mei 2018

Menyiapkan Ta'jil per Blok

Cluster perumahan saya terdiri dari 120 rumah dengan 10 blok. Kala Ramadhan tiba, tiap-tiap blok mendapatkan giliran untuk menyiapkan ta'jil di musholah dalam cluster.

Dimulai dari blok A yang menyiapkan ta'jil pada ramadhan hari ke 1. Dilanjutkan blok B, C dan seterusnya hingga blok J pada ramadhan hari ke 10. Setelah itu diulang lagi dari blok A sampai blok J pada ramadhan ke 11 hingga ke 20. Begitu seterusnya secara bergiliran.

Asyik ya...

Jumat, 18 Mei 2018

Selalu Menjadi Dilema

Salah satu dilema hamba Allah yang selalu galau adalah ketika memasuki bulan Ramadhan, ia akan galau ketika jadwal-jadwal buka bersama alias bukber memenuhi agendanya. Eaaa...

Kenapa galau? Banyak sekali alasan di zaman now. Dari alasan klasik sampai alasan luar biasa. Hmmm... Kira-kira apa saja ya yang menjadi alasan itu? Yuk ah kita bahas secara terang-terangan disini. Sssttt.. Jangan gelap-gelapan ya, banyak nyamuk!

Beberapa Alasan Seseorang Tidak Datang Ketika Diundang Bukber:

1. Belum punya pasangan
Bosen ditanya "kapan nikah?"
Aw aw.. Maafkan apabila ada yang baper. Hidup terkadang pedih kisanak! 

2. Makin gemuk
Sensitif ga siiiih kalau dibilang, "Eeeh makin gemuk ya sekarang.."
Jawab aja, iya makin makmur dan bahagia tandanya.
Ini pengalaman pribadi, hiks. 

3. Belum dapat kerja
Justru ini kesempatanmu gaes, mana tau teman-temanmu bisa membantu.
Jangan malu untuk bertanya info seputar lowongan pekerjaan. Semoga sukses! 

4. Bentrok dengan bukber yang lain
Ini memang paling dilema. Harus menentukan mana yang paling utama dari yang utama. Kalau sudah begini, rasanya tubuh ingin dibelah-belah. Serius! 

5. Keluarga sakit
Hiks, ini pasti diluar rencana. Sampaikan saja permintaan maafmu. Semoga dilain waktu bisa berkumpul dan bersilaturahim kembali. 

6. Males
Hayooo siapa yang kayak gini? Jujur, saya sih iyess kalau tempatnya tidak terlalu saya suka. Contohnya di mall. Saya paling tidak suka buka puasa di mall. Alasannya sederhana, sholat maghribnya susah alias antri mengular dannn ya, pasti tempat makannya pun penuh. Nyiksa diri ga siiih?


7. Lupa
Saking banyaknya agenda ni, jadi kelupaan deh kalau ada jadwal bukber. Kasiaaan deh kamu!


Kira-kira itu tadi penyebab mengapa seseorang tidak datang saat diundang bukber. Kalau kamu, termasuk yang mana? :P

#onedayonepost
#RamadhanWritingChallenge
#RCWODOP2018
#Day2
#Bukber

Kamis, 17 Mei 2018

No Sirup!

Permintaan suami di bulan Ramadhan tahun ini adalah no sirup! What??! Pak suami ngelarang buka puasa pakai sirup? Ow maakk!!

Entah malaikat apa yang sedang membisiki dirinya hingga sirup, ya, sirup, yang dahulu selama bulan Ramadhan menemani sehari-harinya kini telah dilupakannya. Beliau melarang kami mengkonsumsi sirup saat buka puasa. "ga sehat!" sesimpel itu jawaban beliau saat saya bertanya apa alasannya.

"Tapi kalau ada yang ngasih es buah pakai sirup, atau es teler, atau es melon nata de coco, atau es cincau berwarna warni? Terima  gak ay?" tanya saya seketika.

"Rezeky ga boleh ditolak!"

Hmmm... Baiklah, jadi kalau beli sendiri ga boleh, tapi kalau masih gratisan yaa hajar aja gitu ya, hihi. Konsep mubadzir memang tidak boleh dilupakan dan harus dihindari. Mana mungkin orang ngasih kita tolak kan? Apalagi sebenarnya saya ga pantang-pantang dalam makanan dan minuman. Tapi untuk sirup saat pas buka puasa memang tidak sesehat saat minum teh manis hangat sih. 

Minggu, 29 April 2018

Peluh, Impian dan Perjuangan



Judul: Peluh, Impian, dan Perjuangan
ISBN: 978-602-0997-20-9
Isi: 238 halaman
Cetakan pertama: April 2016
Penerbit: Sixmidad

Buku ini merupakan buku antologi ke 2 saya yang kami terbitkan bersama rekan-rekan komuntas suatu grup WhatsApp yang bernama PIPDJP (Persatuan Istri Pegawai Direktorat Jenderal Pajak). Buku ini merupakan karya perdana bagi komunitas PIPDJP. Bermula dari saling curhat di grup WhatsApp, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sayembara gembira berupa tulisan yang nantinya akan dibukukan. 

Buku ini berisi kumpulan cerita tentang sedih, senang, haru, tawa, duka, dan bahagia yang dialami dan dirasakan oleh para istri pegawai Direktorat Jenderal Pajak ketika bersama-sama ikut merantau ataupun yang terpaksa menjalin LDM dengan suami tercinta. 

Buku yang memuat segelintir cerita dari sekian puluh ribu kisah para istri pegawai DJP dari Sabang sampai Merauke. Ada Peluh yang mereka rasakan, ada impian yang menggebu juga ada perjuangan untuk meniti langkah-langkah kehidupan agar bermanfaat untuk sesama.

Dua puluh kisah berajut cinta. Menyelami hati para wanita dengan berbagai lika liku hidup nomaden bersama sang kekasih. Membekali diri dengan doa juga keyakinan bahwa bumi Allah itu luas. Menguatkan diri saat berjauhan dengan sang pangeran, pun menegarkan hati saat diluaran banyak yang mencaci.

Tak jarang dari para wanita ini menjadi pahlawan pendidikan di beberapa daerah terpencil di pelosok Indonesia. Menjadi guru meski tak berbayar. Menjadi tenaga pendidik demi membangun generasi yang cerdas. Inilah 20 kisah tentang goresan hati wanita yang ketika dirinya kuat,akan tercipta generasi yang tangguh dan hebat darinya.

Tulisan-tulisan di dalam buku ini bukan terlahir dari istri-istri yang sempurna, bukan pula dari istri-istri tanpa cela. Hanya terlahir dari istri-istri penggali hikmah sebanyak-banyaknya dalam mendampingi para suami menunaikan tugas untuk negeri.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah-kisah di dalam buku ini, sehingga para pembaca dapat melihat sisi lain dari kehidupan keluarga para pegawai pajak.

#onedayonepost
#ODOPbatch5
#tantanganpekankeempat
#resensibuku
#kelasnonfiksi

Sabtu, 28 April 2018

Emak-emak Latihan Baca Puisi

Tak terasa, Pentas Seni dan Perpisahan TKIT Cordova tinggal menghitung hari lagi. Alhamdulillah amanah untuk PENSI mendatang sudah 85% siap. Bingkisan untuk guru dan siswa sudah oke semua. Yang belum dipacking hanya goodie bag snack siswa. Sedangkan untuk snack dan makan siang wali murid sudah dihandle oleh pihak sekolah. Jadi komite aman lah, hihi.

Sebagai ketua komite, saya harus mempersiapkan diri untuk sambutan. Hmmm... Padahal jujur, saya paling tidak suka kalau disuruh sambutan. Saya lebih nyaman bekerja di belakang layar. Tapi apa boleh buat, ketua wajib sambutan. Dan yaaa... saya belum mempersiapkan apa-apa termasuk mau bicara apa di atas panggung nanti, haha.

Oya, konon katanya, kalau ngasih sambutan ga boleh kelamaan, nanti tamunya pada bete alias ngantuk. So.. Baiklah, untuk besok saya akan berbicara sesimpel mungkin. Tamu senang saya aman. Ini alasan aja biar ga bingung mau ngomong apalagi sih sebenarnya, hehe. 

Jumat, 27 April 2018

Sate Matang


Apa yang pertama kali terbersit di benak kita saat mendengar kata
Sate Matang’?

-       Sate yang dibakar sampai matang…
-       Namanya makan sate ya harus matang lah…
-       Ya sate pasti matang dong…

Dan sebagainya…dan sebagainya…

Sah-sah saja berpikiran seperti itu. Dulu ketika saya mendengar kata sate matang, pikiran saya yaaa seperti itu, hehehe.

Tapi maksud dari sate matang disini bukanlah yang seperti saya tulis diatas. 

Sate matang disini adalah sate yang berasal dari daerah Matangglumpangdua, Kabupaten Bireuen, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.  Matangglumpangdua atau lebih sering diucap Matang adalah nama tempat yang strategis terletak 12 Km arah timur pusat Kota Bireuen.