Jumat, 18 Oktober 2013

Sedekah dan Peminta-minta

Apa sih kesan kita kepada para peminta-minta atau yang lebih akrab kita sebut pengemis?
Kasian? Butuh dibantu? Pemalas? atau....

Melihat keseharian mereka yang hidupnya di jalanan. Ketika lampu merah mulai menyala,mereka mendatangi satu persatu mobil yang berhenti sambil menengadahkan tangannya berharap uang seribuan keluar dari jendela sang pemilik mobil. Ada juga yang berjalan dari warung ke warung,rumah ke rumah bahkan sampai masuk perkantoran. Ada yang hanya duduk bersimpuh di tepian jalan sambil mengangkat kaleng,berharap pengguna jalan yang lewat di hadapannya memasukan koin receh ke dalam kaleng miliknya. Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Apa itu yang namanya KERJA? Halal kah uang yang diperolehnya,sedangkan islam sangat mencela orang yang meminta-minta.


Qabishah bin Mukhariq al Hilal ra berkata: "aku pernah memikul tanggungan berat (diluar kemampuan), lalu aku datang kepada Rasulullah saw untuk mengadukan hal itu. Kemudian beliau bersabda: "Tunggulah sampai ada sedekah yang datang kepada kami lalu kami perintahkan agar sedekah itu diberikan kepadamu". Setelah itu beliau bersabda: Hai Qabishah,sesungguhnya meminta-minta itu tidak boleh kecuali bagi salah satu dari tiga golongan, yaitu (1) orang yang memikul beban tanggungan yang berat (diluar kemampuannya), maka dia boleh meminta - minta sehingga setelah cukup lalu berhenti, tidak meminta-minta lagi. (2) Orang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, maka dia boleh meminta sampai dia mendapatkan sekedar kebutuhan hidupnya. (3) Orang yang tertimpa kemiskinan sehingga tiga orang yang sehat pikirannya dari kaumnya menganggapnya benar-benar miskin, maka dia boleh meminta sampai dia memperoleh sekedar kebutuhan hidupnya. Sedangkan selain dari tiga golongan tersebut hai Qabishah, maka meminta-minta itu haram yang hasilnya bila dimakan juga haram (HR.Muslim).

Dengan demikian,dalam situasi terpaksa,seseorang dibolehkan mengemis hanya untuk mendapatkan rizki sekedar bisa memenuhi kebutuhan
pokok, bukan dengan mengemis itu ia menjadi kaya
apalagi sampai menipu orang lain agar ada belas kasihan
kepadanya. Kalau kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi,seharusnya pengemis menyudahi diri untuk meminta-minta. Bukan malah menjadikan MENGEMIS SEBAGAI PROFESI. 


Lalu,bagaimana dengan ibadah sedekah kita? Bukankah islam menganjurkan kita untuk banyak-banyak bersedekah? Menurutku,banyak cara untuk bersedekah,bukan hanya dengan harta tetapi sikap dan perilaku yang baik juga termasuk sedekah. Pun tidak harus kepada pengemis. Aku pribadi,lebih suka melakukan sedekah dengan hal-hal yang sepele. Misalnya; memberi ongkos lebih kepada tukang ojeg/becak,tidak menawar pedagang di pasar (harga masih wajar) atau langsung mengunjungi tempat-tempat yang semestinya mendapatkan sedekah. Dan sekarang,aku mulai jarang memberi sedekah kepada pengemis.

Sepatutnya,kita lebih bijak lagi untuk mengeluarkan sedekah, agar sedekah yang kita lakukan bernilai ibadah dan tepat sasaran tentunya. Akan tetapi,Alloh SWT Maha Tahu niat hamba-hambaNYA,hanya DIAlah yang berhak menilai ibadah seseorang.

Semoga kita semua diberi kemudahan,kelapangan rezeky,kesempatan dan niat hati yang ikhlas dalam melakukan semua ibadah. Yakin,Alloh ga akan salah menilai hambaNYA :)

64 komentar:

  1. yuk perbanyak sedekah....

    ngomong - ngomong soal pengemis, saya jadi teringat pengemis yang ketemu di pasar dan saya sampai kasih uang recehan, setelah saya amati ternyata dia yang ngontrak rumah di dekat rumah ku, yang berangkat dan pulang pakai pakaian rapih dan bilangnya kerja kantoran... mudah - mudahan gak ada pengemis gadungan lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuukkk...

      waduh.. ternyata tetanggaan ya mang. Berarti masuk dalam kategori mengemis menjadi profesi ya..

      Hapus
    2. di madura sana, pengemis adalah profesi, bahkan rumahnya gedongan banget pkoknya sangat mewah sekali (sumbernya dari teman saya yang asli madura sana).
      dan saya menjuluki kota mojokerto adalah kota pengemis, sudah terlalu over pengemisnya.

      Hapus
    3. ga diman-mana pengemis sudah over kayaknya. semoga mereka mengerti hakikat meminta minta itu seperti apa

      Hapus
    4. sekarang dah menjamur ya pengemis dan pulangnya pakai pakaian rapih separtu disemir hehehe...

      nah itu semoga dapat memahaminya ya ...

      Hapus
    5. itu namanya pengemis gaul, mang
      hehe

      Hapus
    6. pengemis juga harus gaul ya,hehe

      Hapus
  2. saya sekarang ko mau sedekah mending ke mesjid aja
    biar orang2 jalanan yang bener2 gak mampu itu pada ke mesjid
    jangan2 orang2 yang gak mampu di jalanan itu sebenernya gak pernah ke mesjid

    padahal dari pada keliaran di jalanan mending di mesjid bersih2 tiap hari
    ane yakin ada kok yang mau ngasih makan klo rajin gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener juga ya,intinya asal mau kerja yg halal pasti ada keberkahan tersendiri :)
      makasih sudah berkunjung kesini ^^

      Hapus
  3. Tetangga saya di kos ada seorang anak yang disuruh orangtuanya mengemis, Mbak. Hasilnya dalam beberapa jam "kerja" mencapai puluhan ribu rupiah. Kalau benar-benar seharian, hasilnya bisa jauh lebih banyak. Dia malah lebih kaya daripada saya, hahaha....

    BalasHapus
    Balasan
    1. biarin saja ya mas,kaya di dunia belum menjamin bakal kaya di akhirat juga,hehe..
      yang pasti kalau hasilnya berkah insyaAlloh bisa jadi orang kaya :)

      Hapus
  4. Kalau berbicara pengemis, sekarang mah banyak yang dimanfaatkan dan memanfaatkan nih. Bahkan ada yang dari profesi pengemis menghasilkan 3-10 juta perbulan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memanfaatkan pengemis sebagai alat pengumpul uang tanpa harus capek2 bekerja ya mbak? semoga kita terhindar dari hal2 yang dapat merugikan diri sendiri dan oranglain ya

      Hapus
  5. Sedekah itu bukan cuma sama pengemis aja, kesiapapun yang butuh tanpa ia meminta sekalipun

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an sedekah kita selalu tepat sasaran dan bernilai ibadah ya :)

      Hapus
    2. Sebenernya nilai kita memberi itu ada meski salah orang, jadi klo sama orang biasa bukan sedekah tapi hibah

      Hapus
  6. Pandangan saya tentang peminta-minta tergantung situasi dan kondisi mbak, kalau orangnya masih muda, seger dan kuat baik laki-laki maupun perempuan, saya cukup mendoakan saja, semoga segera bertobat. Kalau orangnya sudah tua renta, kadang kasihan juga, jika mangkalnya di lampu merah saya malas, kalau dari pintu ke pintu biasanya saya wawancarai. bukan bermaksud banyak tanya, tapi pengen tau keseharian, dan rumah tinggal beliau.

    orang peminta yang tidak sesuai dengan syarat tiga orang diatas, besok diakhirat mukanya berlubang lubang atau gripis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga sebenarnya kasian mas sama pengemis yang sudah tua apalagi kalau cacat. Tapi semenjak beberapa kali liat pengemis diantar keluarganya naik motor untuk mangkal di tempat biasa dia mengemis,jadi luntur rasa kasihan saya

      Hapus
    2. kalau itu sih saya sudah pasti sangat tidak simpatik mbak.
      dan memang saya jarang memberi pada pengemis yang ngemis di jalanan, kalau untuk polisi cepek sih kadang, karena memang itu jual jasa.
      lebih baik memebrikan pada tetangga saya saja mbak, lebih jelas saya tahu keadaannya, hehehe

      Hapus
    3. kalau polisi cepek mah gapapa ya mas,mereka kerja kok,hehehe
      nah..kalau ngasih makanan ke tetangga itu sangat boleh ya.. apalagi kalau makanannya enak dan ttangga merasa senang :D

      Hapus
  7. inget pengemis, jadi inget waktu ke pasar pernah di cubit pengemis. waktu itu aku gak bisa kasih uang arena repot dna kalau harus mengeluarkan dompet malah agak bahaya jadi aku bilang maaf. eh malah dicubit hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh.. kalau seperti itu kewaspadaan kita harus lebih ekstra ya,,takutnya malah diapa2in tas dan dompet kita..

      Hapus
    2. mbak lidya : kayaknya dia naksir kali mbakk :D hihi

      Hapus
    3. wahh klo itu wajib diberi mb lidya maksudnya diberi pelajaran hehe

      miris sih liat jumlah pengemid di indonesia. eh tp diluar negeri jg banysk klo lihat berita sih

      Hapus
  8. kalau hal sedekah, yang paling baik adalah kepada 8 golongan yang tercantum pada al-qur'an antara lain anak yatim dan fakir miskin.

    Sedangkan peminta-minta, kalau kamu nggak mau memberi, janganlah kamu menghardiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat sekali mas.
      yuph.. sesuai dalam alquran,tidak boleh menghardiknya :)

      Hapus
  9. bersedekah itu indah yah mbak hehe

    BalasHapus
  10. Kalau shodaqoh sama pengemis sih biasa, yang luar biasa kalau orang miskin bisa bershodaqoh dengan orang kaya. Contohnya si majikan yang sedang haus di belikan air untuk minum oleh si sopirnya atau pembantunya. Dan itu pakai duit pribadinya. Sedangkan si majikan tidak punya uang receh dan bingung sedang mencari ATM untuk gesek ambil uang untuk beli air. (hal ini tidak pernah terpikirkan oleh kita-kita ya...... ) Ha,, ha,,ha,,,,

    Terimakasih sharenya mba, bisa saling mngingatkan.


    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. luar biasa itu mas,apalagi pakai uang pribadi. katanya kalau bersedekah itu kepada orang 6g kurang mampu,,naaah..kalo kasusnya seperti yg mas ceritakan ini namanya hadiah. karena memberi kepada orang mampu/kaya.
      terimakasih sudah berbagi dan saling mengingatkan juga :)

      Hapus
  11. kalau sedekah kepada pengemis kok rasanya saya kurang ikhlas. terutama kepada pengemis yang kelihatan sehat fisiknya dan usianya juga belum terlalu tua. sedangkan orang dengan kekurangan fisik karena terkena stroke masih mau berjualan sapu keliling.mendorong gerobak dengan langkah yang terseok-seok. ini menurut yang saya lihat di daerah saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kang,saya salut dengan orang yang lemah fisik masih semangat untuk bekerja. Kadang malah terharu ngeliatnya..

      Hapus
  12. Aku jarang banget ngasih ke pengemis apalagi yang masih atau bawa anak-anak. Dunia anak itu dunia bermain dan jalanan bukan tempat bermain.

    Apalagi kalo inget aku pernah hidup dengan anak-anak jalanan waktu masih jadi gembel pasar senen dulu. Memang benar mereka miskin dan harus bertahan hidup di jalanan. Namun sebenarnya mereka hanya sapi perahan doang. Sebagian besar hasilnya disetorin ke preman penguasa wilayah. Harapanku, kalo sudah tak ada yang mau ngasih duit, mereka bisa cari jalan hidup lain dan tak lagi turun ke jalan.

    Satu satunya yang selalu aku kasih itu pengamen banci. Suer ngeri makanya ngasih biar buruan kabur, hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia.. uangnya disetorin ke preman. kasian anak2nya..
      iya,semoga ya pak,,itu harapan saya juga.
      hehehe.. aturan mah biarin aja dulu bancinya nyanyi sampai lagunya habis pak :D

      Hapus
  13. waaah emang bener sih sekang byk yg menjadikan meminta belas kasihan (pengemis) sebagi profesi bahkan pendapatan mereka sebulan melebihi UMR,hehe..
    aku sih pilih2 kalau mau kasih, mending kalu mau sedekah langsung kasih ke orang yg bener2 nggak mampu..
    salam EPICENTRUM mampi ya kakaaak :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar,harus pilih2 ya., tapi memang lebih tepat memberi ke orang yg kita tau bahwa dia benar2 tidak mampu.
      makasih ya sudah berkunjung :)

      Hapus
  14. Benar sekali Bu, kalau ada pengemis meminta kita dilarang menghardik (mengusirnya dengan kasar) terus kalau pengemis menjadikan profesi itu dilarang seperti hadits tersebut, masak kalah sama yg nenek-nenek yg sering kita lihat tayangannya di tv..

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang yang sudah tua saja masih semangat bekerja ya mas tanpa meminta-minta. seharusnya peminta-minta sadar akan hal itu ya..
      terimakasih pendapatnya :)

      Hapus
  15. pengemis itu malas, menurut salah satu sumber, penghasilan mereka sehari itu bisa nyampe 200rb.. tapi mirisnya acara reality show suka melebih-lebihkan kemiskinan dan penderitaan pengemis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. malas karena kerjanya hanya meminta minta ya mbak,,semoga di cerahkan hatinya buat orang2 yang hidup masih dengan cara meminta minta ya...
      terimakasih pendapatnya mbak :)

      Hapus
  16. kdg suka gak tegaan jg kalo yg minta udh tua, apalagi kalo anak2 kecil yg minta..
    tapi kalo ak pribadi sih ngasihnya ngikut kata hati aja, hehe. Kalo lg pngen ngasih yaa lgs ngasih, biarpun kdg suka gak tahan kl yg ngemisnya udh tua apalg kalo anak2 kecil >.<

    yg pntg niat kita sedekah,
    selebinya biar jadi urusan si pengemis dan tuhannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak,pokoknya niat kitangasih/sedekah ya.. selebihnya urusan masing-masing :D

      Hapus
  17. pengamen lebih mulia dibandingkan dengan peminta minta :)

    Saling Follow = BACK 100%
    Kalo mau Komen ya di blog saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena pengamen sudah jelas kerja ya.. oke,terimakasih pendapatnya :)

      Hapus
  18. Satu hal yang perlu kita waspadai ya mbak .. jangan sampai kita salah menilai, hingga orang yang memang perlu gak diberi. Tapi kalau sudah tahu pembohong ya jangan dikasih ... begitu ya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi bingung ya mbak,karena susah juga menilai orang dari luarnya saja.. @_@
      siph,,makasih mbak pendatnya ;)

      Hapus
  19. sekarang menjadi pengemis sudah merupakan profesi ya mak *wiiiiiih*.. banyak yang berkedok pengemis sekarang utk meraup uang banyak tanpa bekerja keras. Sebaiknya jangan memberikan uang lebih kita terhadap pengemis, lebih baik menyalurkan dana lebih ke tetangga yang benar2 kekurangan atau badan2 sosial saja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setujuuu mak,,sekarang kan sudah banyak lembaga sosial ya.. jadi lebih enak menyalurkan sedekah kesitu. tetangga juga kita pastinya tahu ya mak kehidupan merwka,jadi kita bisa menilai mereka layak dibantu atau tidak ^^
      makasih ya mak masukannya ;)

      Hapus
  20. bagi saya yang berhati sensitif kalau liat para pengemis itu, bakal terbersit pengen ngasih, tapi...setelah ada komunitas KPK saya lebih suka transfer ke situ...dulu, sekarang mah jarang euy...;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. komunitas KPK? apa tuh kang?hehe.. saya taunya kpk yang di tipi2 itu :D

      Hapus
  21. zaman sekaran ini cukup sulit untuk membedakan mana yang benar susah dan mana yang benar penipu, semakin hari orang semakin malas dan pintar keblinger, cape deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena sekarang zamannya instan ya mas,jadi banyak orang yg semakin malas :D

      Hapus
  22. Jadi ingat berita pengemis yang kabarnya dalam berapa hari bisa dapat 3jutaan (wow). Respek untuk kakek-kakek/nenek-nenek yang masih berusaha cari nafkah dengan bekerja ntah itu memulung/jualan seadanya. Kalau ketemu yang begini rasanya pingin mewek-mewek. Tapi kadang juga masih ada rasa ga tega kalau yang minta-minta sudah tua renta

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaa kadang emang ga tegaan ya.. tapi kalo ngasih berarti kita menyetujui tindakan mereka yg sebenarnya dilarang agama. malah kasian buat merekanya yaa.. :(

      Hapus
  23. susah membedakan, mana yang harus diberi dan mana yang tidak harus diberi. yang penting niatnya baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kalo ngasih ke peminta-minta rasanya ituuu gimana ya.. ah yang penting niatnya baik,betul mas..

      Hapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  25. Sekarang pengemis sudah dijadikan profesi bahkan banyak diantara mereka yg jauh-jauh datang ke kota dengan tujuan untuk menjadi seorang pengemis. Padahal sudah jelas bahwa agama melarang manusia untuk menjadi seorang pengemis. Semoga kita bisa menjaga kehormatan diri kita dengan tidak meminta-minta kepada orang lain dan tidak mengharap sesuatu kepada manusia. Bagi pemilik harta hendaklah ia menginfakkannya pada jalan yang disyariatkan. Bagi mereka yang fakir, hendaklah bersabar dan memohon kecukupan kepada Allah. Dan kepada orang kaya yang tidak mengeluarkan zakatnya, hendaklah mereka takut akan siksa Allah Ta’ala.

    Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dan mafaat dari postingan di atas, Seraya kita memohon kepada Allah semoga kita dijadikan sebagai orang yang bersyukur dan qana’ah atas segala nikmatnya, merasa cukup dengan apa yang ada, serta menahan diri dari meminta-minta. Sesungguhnya Allah Mahadermawan lagi Mahamulia. Oya izin follow blognya ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak mas pendapatnya,aamiin.. semoga kita senantiasa diberi kelancaran rezeky yang halal lagi barokah ya.. :)
      silahkan mas kalau mau follow,terimakasih ya.. :)

      Hapus
  26. jaman sekarang susah cari yang jujur, sedekah aja udah banyak yang manipulasi gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita orang yang senantiasa jujur ya mbak,,biar negeri yang kita cintai ini makmur jaya ;)
      terimakasih mbak sudah berkunjung^^

      Hapus
  27. saya sendiri sering menemukan pminta-minta seperti itu..sedkah memangniat awal adalah ikhlas..tapi setidaknya saat ini haruslah selektif jika melihat peminta-minta di jalan, menurut berita dari media, mereka adalah biasanya pengemis bayaran, mengemis bukan lagi karena sebagai kebutuhan tapi sudah menjadi profesi yang tidak bisa ditinggalkan walaupun katanya mereka di kampungnya hidup berkecukupan....

    cukuplah kita memberi sedekah di sekeliling kita yang mungkin nyata-nyata memerlukan bantuan, bukankah sedekah itu lebih mementingkan kerabat dekat dahulu, bisa orang tua, saudara atau tetangga

    nais post......semoga niat kita ikhlas karena Allah SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju pak.. aamiin,,pokoknya niat karena Alloh saja ya pak.
      terimakasih atas masukannya.. :)

      Hapus
  28. Iya mba, saya kalo nawar pedagang kecil, kayaknya gak tega gitu... kasihan.

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^