Jumat, 07 November 2014

Aroma Khas Pegunungan Masjid Agung Ruhama' Takengon

Travelling?  Wah.. saya banget ini mah. Saya dan suami termasuk orang yang hobi jalan-jalan. Kemanapun hayuk aja asalkan ada waktu dan asupan dana memadai. Makanya saya girang banget setelah menikah, saya langsung diculik suami ke Aceh. Kesempatan nih.. untuk mengetahui Indonesia lebih luas lagi,pikir saya. Karena dari lahir hingga dewasa saya hanya stanby di Jakarta. Kalaupun keluar Jakarta,hanya untuk berekreasi saja.

Hampir 4 tahun lamanya saya di Aceh. Hasilnya, saya berhasil mengunjungi beberapa tempat wisata yang tersohor di provinsi Aceh. Dari sekian banyak tempat wisata,yang paling berkesan bagi saya adalah ketika berkunjung ke kota Takengon,kabupaten Aceh Tengah,provinsi Aceh. Kenapa? Ada banyak alasan tentunya. Pertama,perjalanan menuju kota Takengon ibarat uji nyali. Kita dihadapkan oleh jalanan yang berliku-liku,sebelah kanan tebing tinggi sedangkan  sebelah kiri jurang yang teramat dalam. Ciri khas jalanan daerah pegunungan pokoknya. Hiiiyy.. jujur saya agak merinding ketika melongok keluar kaca jendela mobil,tidak ada pembatas antara jalan dengan jurang,ngeriii... Alasan Yang Kedua,karena disini terdapat Danau Laut Tawar yang pemandangannya Subhanalloh... indah sekali! Bagai lukisan di alam nyata,jajaran bukit barisan yang mengelilingi danau biru seluas 5.472 hektare terlihat sungguh mempesona,pemandangan yang sangat memanjakan mata ^_^

Sebagai seorang muslim,melakukan perjalanan tidak lengkap rasanya kalau tidak mampir ke masjid. Ya,agenda wajib kami ketika melakukan perjalanan adalah wajib mampir ke masjid. Selain untuk menunaikan ibadah sholat,beristirahat sejenak melepas lelah sehabis perjalanan itu paling nikmat ya di masjid. Maka,kami selalu mencari masjid yang nyaman tentunya. 

Sudah beberapa kali kami ke Takengon,kami selalu keplincut dengan Masjid Agung Ruhama' atau yang lebih dikenal dengan Masjid Agung Takengon. Pelataran parkir yang luas,membuat pengunjung tak perlu bersusah-susah mencari parkiran. Halaman dan taman di sekeliling masjid terbilang luas dan cukup asri. Hamparan rerumputan nan hijau serta bunga-bunga yang bermekaran menambah kesan sejuk ketika saya duduk di teras masjid. Angin berhembus menyapu wajah,hmmm.... segar.... aroma khas hawa pegunungan merasuk hidung. Dari sini,saya dapat memandang puncak tertinggi "Highland" masyarakat gayo kota Takengong. Highland ini merupakan landmarknya kota Takengon.

Masjid yang berada di jalan Lebe Kader nomor 2,Takengon ini mempunyai luas wilayah 1.250 meter persegi dengan luas bangunan 470 meter persegi.Kebayang kan bagaimana luasnya halaman masjid ini? Kalau dibandingkan dengan masjid-masjid di kota besar memang tidak sebanding,namun untuk kota Takengon yang terbilang kota kecil,masjid ini sudah lumayan besar.

dok.pribadi
Masjid Agung Ruhama',Takengon. Luas dan terawat
Saat saya menginjakan kaki masuk kedalam bangunan masjid,lantai terasa amat bersih,tidak berdebu sama sekali. Mushaf dan buku-buku pendidikan agama islam tertata rapih di lemari yang diletakan di sudut timur bangunan. Rak-rak tempat menyusun mukenah,sarung dan sajadah juga terlihat rapih. Kotak-kotak amal yang terbuat dari kayu,ada yang diletakan tepat di samping mimbar,beberapa ada yang diletakan di pintu-pintu keluar masjid. Mungkin tujuannya agar kita tidak lupa berinfak/shodaqoh terlebih dahulu sebelum meninggalkan masjid. Seusai sholat,anak-anak dapat bermain di halaman masjid yang luas sambil menghirup aroma khas pegunungan disana. Sejuk,indah,bersih dan terawat. 

Masjid yang memiliki daya tampung 2000 jamaah ini bukan sekedar tempat ibadah saja,tetapi menjadi pusat kegiatan keagamaan,seperti sekolah madrasah,taman pendidikan alquran untuk anak-anak,pengajian rutin, pemberdayaan Zakat, Infaq, Shodaqoh dan Wakaf dan masih banyak lagi. Kalau saya bilang,masjid ini mempunyai 3 fungsi yakni sebagai tempat ibadah,pusat pendidikan keagamaan dan sarana rekreasi. Subhanalloh... 

Menikmati semilir angin yang berhembus di teras masjid lama kelamaan membuat perut kami terasa gaduh. Kebetulan tak jauh dari masjid ini,terdapat rumah makan terkenal dengan menunya yang istimewa. Rumah Makan Sahabat Baru namanya. Istimewa karena apa? Konon rumah makan ini adalah rumah makan yang pertama kali menyediakan menu "ikan deupik",ikan yang hanya hidup di Danau Laut Tawar. Ikan sebesar ibu jari ini merupakan ikonnya kota Takengon. 

Sudah puas menikmati keindahan alam di kota Takengon rasanya belum lengkap kalau pulang tanpa buah tangan. Jangan lupa mampir di Bergendaal Koffie,kopi asli masyarakat gayo. Kopi dengan cita rasa tiada duanya ini patut dicoba bagi para penikmat kopi. Oya,ada lagi.. buat penggemar durian juga tidak boleh terlewatkan untuk mencicipi durian asli Takengon ya. Harga yang dibandrol super murah,hanya sepuluh sampai tiga puluh ribu rupiah saja. Waow... murah sekali kan..? Sungguh perjalanan saya terasa sangat berkesan di kota ini. Udara yang sejuk segar seakan memeluk saya terus-menerus. Keindahan pemandangan yang indah dan masjid yang asri tak luput memberi kesan damai di hati saya. Sampai jumpa Takengon,sampai bertemu kembali Masjid Ruhama' :)


Banner Giveaway Perjalananku dan Masjid

11 komentar:

  1. Masjidnya kayaknya terawat banget ya, Mbak.... Memang seharusnya begitulah kita memperlakukan masjid.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang kalau berkunjung ke masjid seperti ini. Kesannya memang masjid digunakan dengan sebagaimana semestinya :)

      Hapus
  2. Adem rasanya bila melihat mesjid spt ini.

    Sukses utk GA-nya !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah berkunjUng kesini :)

      Hapus
  3. mudah-mudahan selalu terawat ya masjidnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan yang sama mak.. ;)

      Hapus
  4. wah seru sekali yaa ada 3 keluarga gitu ceritanya ..hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.. kami piknik 3 keluarga 1 mobil. Cerita selengkapnya ada kok di blog saya ini. Judulnya "ketika di danau laut tawar episode 2" hehehe :P

      Hapus
  5. Tulisan yang sangat bermanfaat buat para musafir yang melewati Kabupaten Aceh Tengah, mbak Yulita….:)
    Smg menjadi amal catatan pahala di yaumul hisabNya, aamiin

    Jazakillah, sudah berpartisipasi di GA Perjalananku dan Masjid

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Alhamdulillaah terimakasih mak :)

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^