Kamis, 05 Desember 2013

Makanan Untuk Kita

Manusia termasuk omnivora yaitu pemakan segala baik tumbuhan maupun hewan. Kecuali ada beberapa yang memilih untuk memakan hanya salah satu jenis makanan saja,contohnya seorang vegetarian yang makannya hanya sayur mayur saja.

Kali ini aku tidak membahas tentang vegetarian,karena aku bukan seorang vegetarian. Jadi aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang vegetarian. Aku hanya ingin berbagi,bercerita atau sekedar menulis postingan biar ada isinya,hehe.

Kemarin,aku membaca salah satu artikel yang isinya tentang "Penyiksaan hewan untuk dijadikan makanan",hmmm... maksudnya?
Begini,di artikel tersebut dijelaskan bagaimana caranya mendapatkan hati angsa yang super besar sebagai menu makanan yang namanya foie gras kalau tidak salah. Makanan berbahan dasar hati angsa ini sangat terkenal dari negara Prancis dengan harga yang cukup mahal. Memang bagaimana sih cara mendapatkannya, kok dibilang penyiksaan? Menurut artikel yang aku baca,angsa-angsa yang akan diambil hatinya,diberi makan secara berlebihan. Mulut angsa dibuka,
dimasukin pipa yang dialiri makanan terus menerus sampai 4 kali sehari,hingga tubuh angsa membesar dan beratnya menjadi 10 kali dari berat seharusnya. Kemudian, 2 minggu sebelum angsa di potong untuk diambil hatinya,angsa-angsa tersebut di tempatkan pada kandang-kandang yang sangat kecil (1 kandang hanya untuk 1 ekor angsa),tujuannya agar angsa tidak banyak bergerak,tidak bisa duduk/tidur dan memaksa angsa agar terus berdiri selama 2 minggu. Dengan demikian kaki angsa membengkak dan tubuhnya menjadi super besar. Baru deh angsa-angsa tersebut di potong untuk kemudian diambil hatinya sebagai menu makanan yang bernama foie gras tadi.
Haduh.. kasian ya angsanya...

Ada juga menu makanan yang berasal dari sirip ikan hiu. Kalau yang ini,hiu ditangkap dan di bius supaya pingsan. Lalu siripnya diambil kemudian hiu dilepaskan kembali ke alamnya.

Lain lagi dengan kepiting soka,kepiting dengan kulit lunak ini ternyata begitu sadis cara menjadikan cangkangnya  supaya lunak. Kepiting-kepiting tersebut di potong kakinya,dengan demikian kepiting akan berusaha sekuat tenaga untuk menumbuhkan kembali kakinya yang telah di potong. Untuk menumbuhkan kakinya,kepiting butuh kalsium,maka kepiting akan mengambil kalsium dari cangkangnya. Jadi deh cangkangnya kekurangan kalsium jadinya lunak alias lembek. Banyak juga loh kepiting yang mati karena proses ini,mereka kekurangan kalsium. Hiks..menyedihkan ya...

Nah.. masih tega makan makanan yang prosesnya tidak berperikehewanan itu? Kalau aku,karena belum pernah makan ketiga menu diatas dan katanya harganyapun cukup merogoh kocek,jadinya ga ada niat mau mencobanya. Selain ga tega,sayang uangnya juga,hehe.

Eh..eh.. tapi bagaimana dengan ayam petelur dan sapi perah? bukankah mereka juga di gojlok untuk mendapatkan hasil yang waow?

Benar juga,ayam petelur di suruh makan,dijaga,biar menghasilkan telur-telur yang super, Habis bertelur boro-boro si ayam ngeremin telurnya biar menetas. Yang ada justru di suruh makan dan makan lagi biar bisa bertelur lagi,hehe. Sama juga dengan sapi perah. Sapi dikasih makanan bergizi agar susu yang dihasilkan banyak dan berprotein tinggi. Sapi di perah terus. Hidupnya pokoknya menghasilkan susu aja.

telur dan susunya Athar :)


Tapi...
Ayam petelur dan sapi perah tidak diperlakukan sadis. Tubuhnya juga tidak disakiti. Pemberian makanannyapun tidak secara berlebihan. Berat tubuh mereka juga normal. Harga telur dan susu juga sangat terjangkau. Jadi kalau aku pribadi sih oke-oke saja makan telur dan minum susu,hehe.

Nah.. segitu dulu aja cerita hari ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang melestarikan alam. Tidak merusak apalagi memusnahkan. Hidup Indonesia! ^_^

60 komentar:

  1. bener-bener sadis itu caranya mbak. kalau saya sih nggak tega memperlakukan hewan dengan cara seperti itu. ada juga lho mbak perlakuan yang sadis pada ayam pedaging. kaki ayam dipotong untuk mengurangi pergerakan, demi menaikkan bobot ayam. sapi glonggong, dan masih banyak lagi :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang,banyak ya cara yang sadis hanya untuk mendapatkan hasil yang sesuai keinginan manusia. aturan mah yang wajar2 aja ya budidayanya.l

      Hapus
  2. widih ngeri banget ya Mbak...kasihan ternak-ternak itu...jadi nggak tega memakannya.
    kalau tentang proses pembudidayaan kepiting soka, saya pernah menyaksikan liputannya di tv...sempat mikir juga, "sadis amat"

    boleh nambah satu Mbak
    ini tentang penyiksaan binatang yang bernama babi (dan kita memang tidak boleh memakannya)
    tetangga saya orang yang suka mengkonsumsi daging babi, katanya daging babi yang enak itu diperoleh dari babi yang cara memotongnya nggak putus urat lehernya...so..?
    jadi cara membunuh (menyembelih) babi itu dengan menusuk perut babi hingga mengalami luka dalam, namun diusahakan jangan sampe darah si babi keluar atau mengalir keluar dari tubuhnya. akibatnya si babi kesakitan hingga berjam-jam dan akhirnya mati karena luka dalam...katanya daging yang begitu yang enak...NGERI NDAK?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengerikan ya mbak,,dan memang babi kan ndak punya leher ya mbak jadi mematikannya tidak di sembelih melainkan dengan cara menyiksa. ckckck...

      Hapus
    2. ada juga yang mengkonsumsi maaf (anjing atau guk guk) cara mematikannya dengan di cepitkan pintu. Dan benar kata mbak khusna supaya darahnya tidak keluar.
      hiiiiiiiiiii........

      Hapus
    3. oh iya,saya juga pernah dengar cara mematikannya begitu kalo doggy. hiish.. serem ya..

      Hapus
    4. ada juga cara menyembelih dan menguliti kucing, kucing lagi nongkrong ekornya di injak atau dipegangin, nah otomatis si daging kucing lari ketakutan dan kulitnya ketinggalan... ups ini cerita humor hahaha.

      Hapus
    5. Ktanya kl darahnya smpe keluar, mlh kurang enak rasanya. pdhl darah yg tdk keluar itulah sumber penyakit.

      Hapus
  3. Perbuatan melanggar hak asasi binatang tuh mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. binatang kan juga makhluk hidup ya mas jadi punya hak asasi :D

      Hapus
  4. hishh macem2 ajaa ya ka, kalau ayam sama sapi sih emang hewan ternak yang juga emang bisa di konsumsi.. lah ituu angsa (cuma diambil hatinya aja), hiu apalagi >.<
    haduuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya itu ya yang kejam. angsa di paksa untuk menghasilkan hati yang waow. padahal katanya kandungan lemaknya banyak sekali loh.. jadi kurang sehat untuk di konsumsi

      Hapus
  5. Bener2 sadis, ngeri juga baca uraiannya, sangat tidak berperikehewanan :D .
    Diantara ketiga makanan yang dibahas, yang pernah saya konsumsi kepiting lembek. Tapi alami, langsung beli Dari nelayan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan).

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yang alami makannya nikmat mas,tapi kalo yang sudah dibudidayakan seoerti kepiting soka jadi gak keteken rasanya,hehehe

      Hapus
  6. mantap gan :D
    btw salam kenal :)

    BalasHapus
  7. Subhanallah serem banget.. dikasih gratis juga mikir 2x, kasian dan ga tega makannya..
    tapi kan nanti di akhirat juga manusia yg dzolim akan mendapatkan balasan yg setimpal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mahal juga ya harganya,hehehe.
      benar aisyah,,makanya ga usah neko2 ya :)

      Hapus
  8. kalau vegetarian tulen itu apa tidak kelaparan mbak? karbohidratnya darimana ya ?
    untuk makanan yang aneh aneh dan mahal mahal, masih enak tahu sama tempe kok mbak. apalagi bikinan istri saya..top deh..
    hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin kalau sudah tiap hari makannya hanya sayur mayur,perutnya jadi terbiasa mas,hehehe
      nah tepat,selain itu temoe dan tahu mudah didapat dan harganya sangat terjangkau. tempe penyet pake sambel enak ya mas,hehehe

      Hapus
    2. kalau tempe dan tahu, mau di gencet mau di banting tetep tidak kasihan..hehehe
      sehari baisanya menghabiskan tempe 3 ekor lho mbak.
      hehehe

      Hapus
    3. tempe juga ada ekornya mas?hehehe

      Hapus
  9. Balasan
    1. terimakasih sudah berkunjung..

      Hapus
  10. Semoga .... aamiin
    Yang angsa itu ... duh nelangsa sekali hidup mereka ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin..
      iya mbak,tidak tega ngebayanginnya

      Hapus
  11. Kalau tau cara penyembelihan dan pemotongannya seperti ini rasanya TIDAK TEGA dan bahkan mungkin tidak mau makan makanannya. Terbayang sama penyiksaannya. Sebenarnya nyaris semua ternak juga diperlakukan demikian ya,. Misalnya ayam saja yang mudahnya. DIpotong juga ya,. Ada darah nya juga saat terjadi proses pemotongannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua pasti ada darahnya ya pak,tapi tindakan manusia saat pemeliharaan dan pembudidayaannya yang menjadi tolak ukurnya. Contohnya,dengan memelihara yang sewajarny,tidak memberi makan secara berlebihan apalagi menyakiti ya pak..

      Hapus
  12. Di sini sapi potong memang di-glonggong biar tubuhnya membengkak. Krn kemudian dagingnya lembab, inilah yg kemudian menjadikannya rawan penyakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas,manusia memang pintar tapi terkadang suka menyalahgunakan kepintarannya ya :(

      Hapus
  13. Astagfirullahalazhim.... Astagfirullahalazhim.... Kejam banget sih mereka .... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. demi mencari kepuasan lidah dan perut manusia,terkadang segala cara di lakukan..

      Hapus
  14. kita yg menikmati...
    yg penting diperlakukan secara hewani :)

    BalasHapus
  15. ngomong2 soal binatang ternak... saya paling nggak tega kalo harus liat dipotong saat.hari raya kurban tiba .... dirumah ibu saya pelihara ayam mbak ... dari saya kecil nggak pernah mau motong ayam sendiri mending beli... Trus ayamnya ya dijual. Jualnya juga gk smbarangan. Kalo yang beli niatnya dipotong ya gk dilepas ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga gak berani liat ternak di sembelih mbak,,ngilu rasanya di hati,hehe..
      wah,,pelihara ayam toh mbak,lahannya luas ya.. :D

      Hapus
    2. Ya namanya jg d kampung mbak ... Tiap rumah psti punya ayam mbak ....

      Hapus
    3. iya juga ya mbak,,dulu mbah saya di surabaya juga melihara ayam mbak,hehehe

      Hapus
  16. Waduch sebelum di jadikan menu hewan"nya di siksa dulu ya mbk,bener" kzian bgt tu ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara merawat dan membudidayakannya seperti menyiksa ya mas,,mungkin kalo mereka bisa demo,udah pada demo kali ya :D

      Hapus
  17. wah,itu itu emang keterlaluan bgt, sirip hiu sampe dimakan,, kayak gak ada makanan lain aja tu orang ya,.. ship mbak,tetap lestarikan alam,.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu dia mas,kenapa mesti sirip hiu ya? sirip ikan lain kan banyak ya,hehe.
      makasih mas sudah setuju dengan pernyataan saya :)

      Hapus
  18. yah binatang memeang diciptakan untuk sepert itu, asal itu tadi diperlakukan dengan wajar dan berprikebinatangan saja hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul pak,asal wajar dan membunuhnya tidak menyakiti ya

      Hapus
  19. waduuuhhh, sadis amat siiihhh manusia...
    mau makan aja mesti pakai kekerasan :'(
    # kata angsa hehehe

    BalasHapus
  20. astaghfirullah.. ngeri amat ya.. Alhamdulillah sampe skrg aku blm pernah makan hewan yg pake penyiksaan gt.Abis harganya mahal pula.. hehe..
    Eh yg kepiting soka itu, aku baru tau ternyata prosesnya bgitu ya. Tadinya kupikir emang jenis kepitingnya bgitu, alamiah gt. Eh ternyata pake penyiksaan.. sadis :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak,aku juga baru tahu setelah baca beberapa artikel. ya memang sih mereka binatang untuk di makan manusia,tapi caranya itu loh.. jangan menyiksa gitu ya..

      Hapus
  21. dimulai dari diri sendiri ya mbak untuk melestarikan lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali mama cal-vin :)

      Hapus
  22. cara yang nyeleneh dan tak lajim malah makin mahal.... ckckckc manusia - manusia ada - ada aja ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya manusia itu kreatif ya mang,,tapi seharusnya kreatifnya tidak menyakiti hewan..

      Hapus
  23. kalo telur dan susu dibarengkan malah jadi enek, kecuali kalo telurnya dulu disusul susu baru deh.. jhehehe curhat semasa kecil :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. keseretan ya kalo ga bareng2 :D

      Hapus
  24. Orang gak tahu hukum agama atau malah menolaknya cuma menuruti nafsunya sendiri, gak kebayang nasibnya kelak di akhirat

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengena sekali mas pendapatny.. sebuah perenungan *nunduk

      Hapus

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^