Selasa, 12 Januari 2016

Temanya: Timbangan

Dari dulu saya pengen sekali punya timbangan sendiri. Pengen tahu perkembangan berat badan keluarga tanpa harus berepot-repot ria kesana kemari cuma pengen numpang nimbang. Ups.. jelas ini bikin malu,hehe. Numpang nimbang itu kan gak keren banget ya. Misal,pura-pura belanja minyak kayu putih di apotek,padahal tujuan utamanya adalah nimbang. Terus,lagi jalan-jalan di mall tetiba ada yang nawarin produk-produk olahraga plus periksa tensi gratis lah ini gratis lah itu gratis lah termasuk nimbang berat badan gratis,hihi.. ^^ dan yang paling bikin kebetulan itu adalah tetangga dekat rumah punya timbangan. Alih-alih pengen ngobrol,secara sengaja di tengah pembicaraan saya nyerempet-nyerempet yang akhirnya berujung numpang nimbang. Aakkk.. suwer bikin malu ini :P

Kenapa sih kok saya sebegitunya terobsesi dengan timbangan? Hmmm... mungkin para wanita tahu jawabannya ^^ Yang pasti sih biar tahu berat badan suami saya yang badannya makin lama kok rasanya makin subur aja -,-" Lalu lalu..

Jumat, 08 Januari 2016

Taplak.. Lempar,Loncat dan Ambil Batunya!

Siapa yang tidak tahu dengan permainan tradisional ini. Saya biasa menyebutnya dengan permainan taplak gunung atau engklek. Permainan ini adalah salah satu permainan favorit saya sewaktu kecil,karena bagi saya waktu itu,permainan ini cukup murah meriah,tidak memerlukan alat dan bahan yang banyak. Kita hanya memerlukan kapur tulis dan beberapa buah batu kecil. 

Nah.. kalau alat sudah siap,sekarang waktunya untuk melukis. Eitss.. sebelum melukis,ajak teman-teman dahulu untuk ikut bermain,karena permainan ini baru bisa dilakukan minimal oleh 2 orang pemain ;)

Alat sudah siap,teman sudah ada. Sekarang waktunya untuk melukis. Arena permainan ini berbentuk kotak-kotak, ada 8 kotak dan 1 setengah lingkaran pada bagian atas menyerupai gunung. Melukis dapat dilakukan diatas tanah/konblok/asphalt. Pastikan lokasi bermainan adalah tempat yang aman,bukan merupakan tempat lalu lalang kendaraan. Karena keamanan dan kenyamanan harus diutamakan demi keselamatan ^_^

Kamis, 07 Januari 2016

Memulai yang Sudah Dimulai

Duh,judulnya kok aneh gitu sih? Sebenarnya kepikiran bikin judul kayak gitu ya selintas otak yang lagi simpel aja,hehe.. Gak tau juga kenapa saya bikin judul kayak gitu. Cuma ngerasa apalah blog ini yang ada namun seperti tiada. Ketika lagi riweh,blog ini seakan berdebu,lumutan bahkan terkubur di tanah yg kering. Menggalinya itu harus memakai cangkul yang dicangkul dengan sekuat tenaga.

Ngerasa juga.. apalah isi blog saya ini,hanya tulisan corat coret yang tak tau arah mau kemana. Kebanyakan curcol daripada tulisan yang berkualitas. Terlebih lagi saya sudah jarang baca buku. Sedih rasanya. Sedih pada diri sendiri mengapa semangat membaca dan menulis turun drastis. *nangis dipojokan

Saya pengen konsisten,pengen banget. Konsisten terus menulis dan terus menulis. Menulis apa saja walau hanya sekedar corat coret. Ada rindu yang menggebu-gebu ketika melihat foto-foto yang ada di album tab yang seharusnya bisa menjadi cerita di blog,namun nyatanya hanya sekedar menjadi gambar-gambar yang memenuhi memory tablet ;(

Jumat, 11 September 2015

Yuk,Makan Ikan Lele! ;)

Siapa yang tidak kenal dengan ikan lele? Saya rasa semua orang kenal dengan ikan yang unik ini. Unik? iya unik. Kenapa saya bilang unik? Coba perhatiin deh,kalau kita beli ikan lele di pasar,di warung atau di supermarket sekalipun,ikan lele adalah satu-satunya ikan yang dijual dalam keadaan masih hidup. Sementara ikan-ikan yang lain dijual dalam keadaan sudah mati bahkan tubuhnya terpotong-potong sudah tidak utuh lagi. Hayooo.. betul kan? Kenapa demikian ya? Saya belum pernah menanyakan hal ini kepada pedagang ikan lele,jadi saya belum tahu jawabannya. Mungkin suatu hari nanti saya akan coba menanyakan tentang hal ini. Hehe.. jadi benar kan ikan lele itu termasuk ikan yang unik? ini unik versi saya loh ya :Pv

Kalau bicara mengenai ikan lele,ikan ini termasuk ikan yang gampang banget ditemuin. Harganyapun relatif terjangkau. Di daerah tempat tinggal saya,1kg ikan lele dihargai Rp 23.000 _belum pakai adegan tawar menawar_  bisa dapat 8 ekor dengan ukuran sedang. Mengolah ikan lele juga cukup mudah. Mau digoreng nikmat,dibakar juga oke atau ada yang disayur,rasanya tak kalah lezat dengan yang digoreng atau dibakar. Apalagi disantap dengan nasi hangat dilengkapi dengan sambal ulek plus lalapan. Ahaay.. mantabh tenan ngebayanginnya :)

Selasa, 08 September 2015

Lagu _Ingin Ke Mekah_

Postingan kali ini tanpa foto,karena saya cuma mau nulis lirik lagu. Lagu buat anak kecil,nadanya mudah dinyanyikan dan liriknya pun cukup mudah dihapal :)

Mau tahu lagu apa? sebenarnya saya juga ga tau judul lagunya apa,hehe.. saya kasih judul "Ingin ke Mekah" aja deh ya :D


Nadanya pakai nada lagu yang "saya ingin tamasya.. berkliling-kliling kota.." yang itu loh.. nah.. mudah bukan? yuk kita nyanyi,tapi liriknya pakai yang saya tulis dibawah ini ya.. ;)

Jumat, 04 September 2015

Kegiatan Minggu Pagi

Apa sih yang biasa kita lakukan di hari minggu pagi? Olahraga? jogging,senam, jalan santai? atau masih bergelut dengan kegiatan yang sama setiap harinya yaitu berbenah rumah? atau hanya sekedar sarapan lalu mencoba menyantaikan diri sejenak sebelum sibuk dengan kegiatan lain yang sudah menanti? atau bahkan masih bobo cantik di kamar tercinta? eaaa... :D

Kalau kegiatan minggu pagi di dalam keluarga saya biasanya tidak menentu. Kadang olahraga jalan-jalan keliling komplek,kadang Akhtar bersepeda ria,kadang kami hanya bermain di dalam rumah,kadang juga kami siap-siap karena akan pergi ke suatu tempat. Semuanya tergantung situasi dan kondisi pada saat itu. 

Kebetulan hari minggu lalu,kami tidak mempunyai jadwal kemana-mana (tanggal tua :P ) jadilah suami saya membuat kesibukan sendiri bersama Akhtar. Sebelum memulai kesibukannya,seperti biasa,suami selalu menyuruh Akhtar meminta izin kepada saya tentang apa yang akan mereka lakukan. Biasanya Akhtar bercerita akan apa,bagaimana,kapan dan dimana akan melakukan suatu pekerjaan bersama ayahnya. Katanya,mereka akan mencuci sepeda di teras. Mencuci sepeda? oh.. iya sih,sepedanya Akhtar memang belum pernah dicuci dari awal beli kira-kira sekitar 6 bulan lalu. Saya mengangguk tanda setuju dan mengingatkan untuk selalu berhati-hati (karena main air,licin).

Akhtar dan ayahnyapun bergegas menuju kran air mengisi ember kemudian membawanya ke tempat dimana mereka akan beraktivitas mencuci sepeda. Tadinya saya mengira, yang mencuci sepeda Akhtar itu ayahnya,Akhtar cuma ngeliatin dan main air aja. Eh... ternyata pikiran saya salah,rupanya Akhtar sendiri yang mencuci sepedanya. Ayahnya malah sibuk mencuci motor miliknya sendiri. Oalaaa... jadi ceritanya ini mencuci kendaraan masing-masing toh. Seru juga ngeliatnya :D


Selasa, 01 September 2015

Jalanan Depan Rumah di Asphalt (Lagi) \(o,o)/

Kegiatan sore saya bersama Akhtar pekan lalu pada hari kamis 27 Agustus 2015 terhenti. Kegiatan sore hari yang biasanya Akhtar bersepeda muter-muter komplek,harus terhenti. Ya,terhenti karena jalanan di komplek rumah saya sedang di asphalt (lagi). Sempat ngambek Akhtarnya karena kegiatan bersepeda sore hari sudah menjadi rutinitasnya,tiba-tiba terhenti. Maklumlah,usianya baru 3 tahun,belum terlalu mengerti kalau jalanannya tidak bisa dilewati :D Sayapun memberi pengertian kepadanya,saya kasih tahu pelan-pelan. Saya suruh lihat bagaimana jalanannya tidak bisa dilewati karena ada truk-truk besar yang memenuhi jalan dan saya juga bilang kepadanya kalau asphalt itu panas dan lengket,nanti sepedanya malah rusak,hehehe. Setelah melihat langsung bagaimana kondisi jalanan di depan rumah,akhirnya Akhtar mengerti dan akhirnya terjadilah foto-foto berikut ini :D

para tukang lagi semangat bekerja

Postingan saya ini sama sekali tidak membahas bagaimana cara mengasphalt yang baik benar,tidak sama sekali. Bukan pula mau menyebutkan alat-alat apa saja yang diperlukan untuk mengasphalt,bukan sama sekali :D Kegiatan asphalt mengasphalt sudah ada di blog ahlinya :D