Rabu, 07 Agustus 2013

Semoga Kita Pemenangnya

Ga terasa bulan yang penuh berkah akan menyingkir,derai air mata bagi perindunya mengiringi kepergiannya. Satu kata yang selalu terucap bila ia akan pergi, "semoga Alloh memperkenankan kami untuk bertemu kembali dengannya di tahun depan". Entah sedih atau bahagia yang di rasa hati,yang jelas ada kerinduan yang teramat mendalam untuk jumpa di tahun-tahun berikutnya.

Sudahkah kami maksimal dalam beribadah?
Sudahkah kami menghindari perbuatan yang mengurangi pahala?
Sudahkah kami membuang jauh-jauh segala penyakit hati?
Sudahkah? sudahkah? sudahkah?
Malu rasanya bersenang-senang ketika syawal tiba sedangkan ramadhan hanya sebatas puasa dan ibadah wajib yang dilakukan.

Tiap malam takbir,menjadi perenungan sendiri untuk kami.
Apa yang dapat kami persembahkan di hari permulaan syawal?
Apa yang bisa kami banggakan untuk menyambut kemenangan di hari syawal?
Hati yang paling tahu segala yang tersirat.

Semoga Alloh menerima dan melipat gandakan segala amal ibadah yang kami lakukan selama bulan ramadhan.
Dan Izinkan kami untuk mengucapkan:
Taqobbalallahu minna waminkum taqobbal ya kariim...
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1434H. ^^

Selasa, 30 Juli 2013

Sejatinya Wanita

Aku terlahir sebagai seorang wanita. Bukan keinginanku bukan pula permintaanku, tapi semua sudah tercatat dalam mega server lauh mahfuz. Dan aku bersyukur sebagai seorang wanita. Menjadi muslimah cerdas,ceria dan kuat adalah tekadku.

Wanita,yang secara alamiah berhati lembut,bertutur kata ramah dan sopan di ciptakan Alloh dengan sejuta keistimewaan. Jika dapat menjaga izzahnya,maka tak segan-segan Alloh mempersilahkannya masuk surga dari pintu manapun.

Wanita,sejatinya menjadi muslimah yang tangguh. Tidak mudah mengeluh apalagi berkeluh kesah. Tidak lemah,harus kuat. Harus mandiri, tidak mudah meminta tolong kepada oranglain Karena yakin Alloh penolong nomor satu disaat raganya mulai rapuh.

Wanita,pesonanya menjadi perhiasan dunia. Maka jangan sekali-kali berbangga diri sebab bukanlah itu yang utama. Kecantikan dan keanggunan miliknya akan lebih tepat bila dikemas rapih dalam kotak baja hijabnya. Tidak mudah terlihat apalagi tersentuh. Tidak mudah mengumbar kata-kata dan mempermainkan suaranya. Menundukan pandangan,menjaga telinga dan berpikir positif.

Wanita,selayaknya melindungi diri sendiri dari debu fitnah dan kehinaan. Jangan mudah terpengaruh,jangan mudah terpuruk. Hatinya memang mudah hancur,airmatanya memang mudah berlinang tapi yakinlah jiwanya tak mudah goyah.

Wanita,ada untuk disayangi,dikasihi dan dicintai. Karena pada dasarnya ia adalah makhluk yang penyayang,pengasih dan penyabar. Dan aku bersyukur menjadi seorang wanita.

Sabtu, 27 Juli 2013

Tape Khas Aceh

Berhubung postingan yang kemarin (dengan judul yang sama) kehapus,maka aku coba posting lagi yaa.. isinya 98% sama,cuma komentarnya pada hilang,hehe..^^
Buat yang kemarin sudah berkomentar,terimakasih ya.. maaf banget udah kehapus..
---

Kata kebanyakan orang,bulan ramadhan adalah bulan penghasil rezeky tambahan. Bagaimana tidak,orang yang tadinya tidak jualan di bulan-bulan lain ketika bulan ramadhan tiba-tiba jualan kolak,es buah maupun gorengan. Pedagang yang tadinya hanya berjualan pakaian sekarang nambah dagangannya ada mukena,jilbab,sarung dan sajadah. Pembelipun membludak,antre dan berjubel. Anehnya,semakin banyak penjual pembelipun semakin ramai. Pembelipun kadang kebingungan mau membeli dimana saking banyaknya yang berjualan. Semuanya sah-sah saja asal halal dan tidak merugikan oranglain.

Bulan ramadhan kali ini adalah tahun ke 3 aku di Aceh. Disini,kalau ramadhan sering muncul makanan-makanan tradisional yang memang hampir ga ada selain bulan ramadhan. Kalau ada pasti jaraaaaaaaaaaaaaang banget. Susaaaaaaaah banget dapetinnya. Mungkin peminatnya sedikit jadi produksinya juga dikit atau mungkin hanya produksi ketika ada pesanan saja. Ya ya ya... sudah 3 kali ramadhan aku disini,tapi ramadhan tahun inilah aku baru bisa nyicipin tape khas aceh yang cuma ada ketika bulan ramadhan saja. Kenapa? Tahun pertama,aku sama sekali ga ngeh kalo disini ada tape khasnya. Tahun kedua,aku lagi hamil yang menurut mitos ga boleh makan makanan yang panas ya walaupun tape itu sendiri sebenarnya normal suhunya,hehe.. Dan barulah sekarang di tahun ketiga aku berhasil nyobain makanan favoritku ini. Hiyeee sikk asikkk #jingkrakjingkrak
Eh.. tapi kata suami tape ini ada ga cuma bulan ramadhan aja loh..hmmm berarti aku yang ga ngeh ni. Tapi tak apalah,lanjut lagi cerita tapenya ^^

Tape yang aku tahu dan sering makan yaitu tape ketan hitam/ putih dan tape singkong. Aku memang pecinta suka tape,kalau ada tape diantara makanan yang lain jelas ku pilih tape sebagai makanan nomor wahid yang bakal ku santap. Entah karena apa aku begitu,yang pasti pokoknya aku suka sekali sama tape. titik

Tape aceh bentuknya bulat-bulat seperti gambar dibawah ini. Bahan dasarnya ketan ,bisa ketan putih maupun hitam. Tape khas aceh disajikan bersama kuah air gula. Namanya kuah air gula tapi rasanya ga terlalu manis. Untuk tapenya sendiri,rasanya hampir sama dengan tape ketan yang kita kenal selama ini tapi ga begitu panas dibandingkan tape ketan yang ada di jawa. Teksturnya lebih lembut dari tape ketan yang sering ku makan tapi lebih kasar dari peyeum. Kesimpulannya,tape khas aceh ini rasa dan tekstur lebih lembut dari tape ketan yang biasa tapi lebih kasar dari peyeum. Ditengah-tengah lah dia berada,hehee..^^

Jumat, 26 Juli 2013

Rindu Ini Milikmu,Mama...

Langit akan mendung jika melihat engkau muram
Bintang berhenti berkelip jika tahu engkau bungkam
Putihnya mutiara di laut akan pudar jika engkau pilu
Nyanyian ombak menerpa pasir takkan seindah biasa jika mendengar engkau sendu

Apalah arti warna warni pelangi sedang engkau terluka
Manakala hati dirindu olehmu buah-buah cinta
Yang terpikir di angan hanyalah dekat denganmu dan ingin bersamamu

Rela kaki ini melangkah menginjak kerikil demi bertemu denganmu
Ikhlas raga ini tertusuk duri asalkan sampai dalam dekapanmu
Engkau yang terindah
Engkau yang terhebat
Engkau sumber kekuatanku

Di rahimmu aku belajar bahasa kalbu
Dengan setiap nafas dan detak jantung kita selalu seirama
Engkau tertawa aku bahagia
Engkau sedih aku gundah

Rindu ini milikmu mama...
Jika aku tak pernah mengucapnya di depanmu,bukan karena aku tak rindu
Tapi lidah seakan kelu dan tak sanggup untuk berkata
Aku yakin,kau pasti tahu gelora rindu yang memburu dalam sukmaku
Bergejolak tertahan samudera luas di depan sana
Hanya doa penuh harap semoga engkau sehat selalu disana

Aku rindu padamu mama...

Selasa, 23 Juli 2013

Buah Timun Apel

Ada yang pernah mendengar buah timun apel? atau mungkin sudah ada yang pernah mencicipi buah yang unik ini?

Hari jumat lalu suamiku pulang kerja bawa oleh-oleh buah. Aku melongo pas buka bungkusannya. Jelas aku bingung karena belum pernah melihat buah yang bentuknya kayak gini. Dibilang apel bukan apel. Dibilang melon juga bukan melon. Kata suami sih,buah ini baru ada di Lhokseumawe. Aaahh masa iya? ga percaya deh. Tapi  coba kita bahas darimana munculnya buah ini..? Mau tahu? Yuuuk...silahkan lanjut membacanya :)

Setelah aku cari di mbah google,ternyata masih jarang artikel yang berkaitan dengan buah ini. Ada satu artikel yang isinya sangat singkat. Disitu cuma dikasih tahu kalau buah ini adalah perpaduan antara buah timun suri dengan buah melon. Mmm...aneh juga ya,perpaduannya timun suri dengan melon tapi namanya timun apel. Yah gapapa deh,suka-suka yang ngasih nama ya. Kalau aku lebih senang bilangnya timun melon ^^ Tapi lagi-lagi,aku juga belum tahu ni daerah mana yang pertama kali membudidayakan buah ini.
Nah.. sekarang aku coba jelasin detailnya ya..

Buah Timun Apel utuh

Buah ini bentuknya mirip apel,tapi agak lebih besar sedikit. Tidak bulat sempurna melainkan agak lonjong pada bagian atasnya. Bagian bawahnya ada lekukan-lekukan samar serta ada bulatan kecil mirip seperti melon. Kulitnya halus seperti apel.

Penampakan saat di belah
Nah..kalau sudah di belah seperti gambar diatas itulah dalamnya. Mirip melon ya? tapi bijinya seperti timun suri. Daging buahnya lebih mirip melon. Rasanya tidak terlalu manis dan tekstur buahnya lembut. Kemarin kami menikmati buah ini dengan di serut dan dicampur sirup rasa melon. Hmmmm...segarrrr...

Gimana-gimana... keren yah idenya. Bisa aja kepikiran memadukan timun suri dengan melon. Ada yang mau nyoba buah ini? Masih langka deh kayaknya,hehehe..

Jumat, 19 Juli 2013

Kerinduan Butir-Butir Cinta

Tulisan ini sambungan dari tulisan terdahulu,niatnya sih waktu itu pengen bikin novel kecil-kecilan berdasarkan kisah hidupku. Maksudnya,novel yang terbit di blog gitu,bukan novel berbentuk buku,hihihi. Kalau novel berbentuk buku mah..beraaaaatttt. Aku bukan penulis kok,aku cuma hobi menulis aja :)
Ini juga baru sempat ngelanjutin lagi :)


BAB II
Baru Belajar

Tak terasa waktu begitu cepat mengalir. Rasa-rasanya baru kemarin aku menginjakan kaki di tanah ini. Hidup hanya berdua dengan suami sebagai pengantin baru memang membuatku sedikit kerepotan. Aku yang tadinya jarang masuk dapur untuk memasak,mencuci pakaian ataupun mencuci piring kini harus mau berakrab-akraban dengan segala perabotan yang tertata manis di ruang dapur. Sebenarnya aku ini bisa memasak,dulu sewaktu masih sekolah aku sering membantu mama memasak,bikin kue atau sekedar menemani mama berbincang-bincang di dapur. Tetapi semenjak aku kuliah dan mengekost,waktu bersama mama jadi berkurang. Aku jadi jarang membantu mama di dapur. Kalau aku sedang libur kuliah barulah ada waktu untuk membantu mama.

Aku anak kedua dari dua bersaudara,kakakku laki-laki. Pantaslah kalau mama merasa kesepian sepeninggal aku ke Lhokseumawe. Katanya,sudah tidak ada lagi yang menemani ke pasar,yang nyaranin pakai baju apa untuk kondangan,yang jadi teman curhat mama dan tak ada lagi yang bermanja-manja di pangkuan mama,inilah kata-kata yang paling membuat hatiku selalu rindu pada mama. Mama.. ah mama.

Aku hanya seorang diri di rumah ketika suami pergi bekerja. Pekerjaan rumah tangga selalu menjadi beban bagiku kala itu. Rasa lelah,letih dan jenuh menerpa ragaku habis-habisan. Maklumlah,aku bukan wanita yang pandai mengurus rumah jika hanya sendiri. Tapi dalam hati kecilku berkata,ini baru di mulai. Aku harus banyak belajar tentang rumah tangga. Tentang  bagaimana menciptakan rumah yang nyaman,bagaimana menyenangkan hati suami dan bagaimana mendesain otakku agar selalu berpikir bahwa ini bukan beban,ini suatu yang menyenangkan. Untungnya suami menyadari hal itu,ia tak pernah protes jika ada sesuatu yang salah dalam rumah kami. Justru ia dengan sigap membantuku dan ketika hari libur tiba ia selalu mengajakku menghirup udara luar. 

Kami sering ke pantai. Bermain ombak,berciprat-cipratan air,atau sekedar duduk di batu bulat besar sambil memandangi laut. Berbicara dari hati ke hati tentang masa depan yang akan kami bina. Bercengkerama dan meledek satu sama lain itulah yang kami lakukan disana. Tak jarang mata-mata asing menatap kami dengan sinis. Mengapa? Mungkin karena tanah ini serambi mekah yang beradat syariat islam. Lantas apa kami salah jika berduaan disini? Kami sudah halal. Kata suamiku,tak usahlah terlalu dipedulikan tatapan yang sinis atau cibiran yang pedas. Mereka tak tahu dan tidak akan tahu kalau mereka tidak bertanya. Yang jelas,kami tidak bermesraan di depan umum.

Bulan berganti bulan,sudah di penghujung tahun 2010 tepatnya. Cobaan kecil datang menyapa kami. Suami terserang demam berdarah. Aku sama sekali tidak pernah merawat orang sakit. Bagaimana aku harus merawat suamiku sendiri? apa yang harus ku lakukan selain membawanya ke rumah sakit? Aku benar-benar panik. Tapi suamiku mencoba menenangkanku. Dia bilang,tidak akan berlama-lama di rumah sakit. Alhamdulillaah,setelah empat hari di rawat,akhirnya suamiku sembuh dan bisa pulang ke rumah.


To be continue... 

Kamis, 18 Juli 2013

Berburu Tiket --> Mudik

Tiap bulan ramadhan kebanyakan orang yang akan pulang kampung pasti punya rutinitas yang heboh. Apalagi kalau bukan berburu tiket. Yuhuu... berburu tiket murah lebih tepatnya.  Jauh-jauh hari bahkan ketika puasa baru saja dimulai,para pemudik udah repot liat-liat harga tiket. Yang mudiknya naik kereta api,udah bolak balik ke stasiun liat harga dan mikir.."beli sekarang ga yaa... beli sekarang ga yaa... nanti abis ga yaa..". Kalau yang mudiknya naik bis lain lagi,"Haduh..naiknya tinggi banget sih,perasaan tahun lalu harganya ga segini..beli sekarang aja deh takut naik lagi nanti". Nah.. nah.. kalau yang mudiknya naik pesawat pasti nunggu harga promo,ngecek-ngecek harga tiap hari tapi tak kunjung dapat yang murah. Hehehe.. #pengalaman pribadi ^^

Tapi tapi.. Alhamdulillaah kemarin aku eh suami ding udah beli tiket. Untuk tiket pesawat tumben banget udah beli kemarin,biasanya belinya dadakan terus nunggu promo habis-habisan. Selama ini udah 2 kali begitu sih selalu beruntung. Selalu dapat yang lumayan murah. Entah kenapa kemarin suami langsung memutuskan untuk beli tiket pesawat cepet ga pake lama. Habis beli tiket pesawat,langsung beli tiket bis deh :)

tiket pesawat
Tgl 1 Agustus 2013. Rute: Medan-Jakarta
Pukul 11.00 WIB
tiket bis
Tgl 31 Juli 2013. Rute: Lhokseumawe-Medan
Pukul 23.00 WIB

Jadi,kami berangkat dari Lhokseumawe Tgl 31 Juli 2013 jam 11 malam menuju Medan. InsyaAlloh sampai Medan jam 6 pagi. Kemudian lanjut ke Polonia untuk naik pesawat menuju Jakarta. Pesawatnya jam 11 siang InsyaAlloh sampai Jakarta jam 1 siang.

Semoga perjalanan mudik kami lancar,sehat semua dan tidak kurang satu apapun,,aamiin..