Minggu, 29 April 2018

Peluh, Impian dan Perjuangan



Judul: Peluh, Impian, dan Perjuangan
ISBN: 978-602-0997-20-9
Isi: 238 halaman
Cetakan pertama: April 2016
Penerbit: Sixmidad

Buku ini merupakan buku antologi ke 2 saya yang kami terbitkan bersama rekan-rekan komuntas suatu grup WhatsApp yang bernama PIPDJP (Persatuan Istri Pegawai Direktorat Jenderal Pajak). Buku ini merupakan karya perdana bagi komunitas PIPDJP. Bermula dari saling curhat di grup WhatsApp, akhirnya kami memutuskan untuk membuat sayembara gembira berupa tulisan yang nantinya akan dibukukan. 

Buku ini berisi kumpulan cerita tentang sedih, senang, haru, tawa, duka, dan bahagia yang dialami dan dirasakan oleh para istri pegawai Direktorat Jenderal Pajak ketika bersama-sama ikut merantau ataupun yang terpaksa menjalin LDM dengan suami tercinta. 

Buku yang memuat segelintir cerita dari sekian puluh ribu kisah para istri pegawai DJP dari Sabang sampai Merauke. Ada Peluh yang mereka rasakan, ada impian yang menggebu juga ada perjuangan untuk meniti langkah-langkah kehidupan agar bermanfaat untuk sesama.

Dua puluh kisah berajut cinta. Menyelami hati para wanita dengan berbagai lika liku hidup nomaden bersama sang kekasih. Membekali diri dengan doa juga keyakinan bahwa bumi Allah itu luas. Menguatkan diri saat berjauhan dengan sang pangeran, pun menegarkan hati saat diluaran banyak yang mencaci.

Tak jarang dari para wanita ini menjadi pahlawan pendidikan di beberapa daerah terpencil di pelosok Indonesia. Menjadi guru meski tak berbayar. Menjadi tenaga pendidik demi membangun generasi yang cerdas. Inilah 20 kisah tentang goresan hati wanita yang ketika dirinya kuat,akan tercipta generasi yang tangguh dan hebat darinya.

Tulisan-tulisan di dalam buku ini bukan terlahir dari istri-istri yang sempurna, bukan pula dari istri-istri tanpa cela. Hanya terlahir dari istri-istri penggali hikmah sebanyak-banyaknya dalam mendampingi para suami menunaikan tugas untuk negeri.

Banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah-kisah di dalam buku ini, sehingga para pembaca dapat melihat sisi lain dari kehidupan keluarga para pegawai pajak.

#onedayonepost
#ODOPbatch5
#tantanganpekankeempat
#resensibuku
#kelasnonfiksi

Sabtu, 28 April 2018

Emak-emak Latihan Baca Puisi

Tak terasa, Pentas Seni dan Perpisahan TKIT Cordova tinggal menghitung hari lagi. Alhamdulillah amanah untuk PENSI mendatang sudah 85% siap. Bingkisan untuk guru dan siswa sudah oke semua. Yang belum dipacking hanya goodie bag snack siswa. Sedangkan untuk snack dan makan siang wali murid sudah dihandle oleh pihak sekolah. Jadi komite aman lah, hihi.

Sebagai ketua komite, saya harus mempersiapkan diri untuk sambutan. Hmmm... Padahal jujur, saya paling tidak suka kalau disuruh sambutan. Saya lebih nyaman bekerja di belakang layar. Tapi apa boleh buat, ketua wajib sambutan. Dan yaaa... saya belum mempersiapkan apa-apa termasuk mau bicara apa di atas panggung nanti, haha.

Oya, konon katanya, kalau ngasih sambutan ga boleh kelamaan, nanti tamunya pada bete alias ngantuk. So.. Baiklah, untuk besok saya akan berbicara sesimpel mungkin. Tamu senang saya aman. Ini alasan aja biar ga bingung mau ngomong apalagi sih sebenarnya, hehe. 

Jumat, 27 April 2018

Sate Matang


Apa yang pertama kali terbersit di benak kita saat mendengar kata
Sate Matang’?

-       Sate yang dibakar sampai matang…
-       Namanya makan sate ya harus matang lah…
-       Ya sate pasti matang dong…

Dan sebagainya…dan sebagainya…

Sah-sah saja berpikiran seperti itu. Dulu ketika saya mendengar kata sate matang, pikiran saya yaaa seperti itu, hehehe.

Tapi maksud dari sate matang disini bukanlah yang seperti saya tulis diatas. 

Sate matang disini adalah sate yang berasal dari daerah Matangglumpangdua, Kabupaten Bireuen, Propinsi Nangroe Aceh Darussalam.  Matangglumpangdua atau lebih sering diucap Matang adalah nama tempat yang strategis terletak 12 Km arah timur pusat Kota Bireuen.

Kamis, 26 April 2018

Puisi untuk Perpisahan dan PENSI

Bikin puisi itu gampang-gampang susah. Kebetulan saya dan rekan-rekan komite Insyaa Allah akan tampil baca puisi saat Perpisahan dan Pentas Seni TKIT Cordova tanggal 9 Mei mendatang. Jadi kami, saya khususnya, sudah dari satu bulan lalu corat coret bikin puisi untuk guru. Hasilnya? Minimalis banget, hahaha.

Ini nih hasilnya. Dibaca secara bergantian.

***

Guruku, Pahlawanku...

( Bunda Fathih)
Salam istimewa kepada setiap lekukan di bibirmu yang menyapaku setiap pagi…
Kau yang tak pernah datang telat, Aturan waktumu sangat akurat

(Bunda Dimas)
Kau melatihku menulis, meski aku terus menangis
Kau yang mengajarkanku membaca, meski lidah tak mau bicara

(Bunda Akhtar)
Kau… Yang sabar meski aku nakal
Kau… Sosok hebat penyulut semangat, Yang tak pernah lelah menyampaikan amanah

Rabu, 25 April 2018

Danau Laut Tawar, Tekengon



Saya akan sedikit bercerita tentang kenangan berwisata ke Danau Laut Tawar saat saya masih tinggal di Aceh dulu. 

Selasa, 24 April 2018

Bingkisan untuk Siswa

Setelah bingkisan untuk guru rampung, maka selanjutnya kami menyiapkan bingkisan untuk siswa dan siswi. Tahun ini kami berinisiatif memberi bingkisan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu untuk siswa dapat sarung dan siswi dapat mukena, tahun ini kami ingin yang bercustom.

Setelah mencari bingkisan apa yang kira-kira cocok untuk anak-anak dan sesuai budget yang sudah ditetapkan tentunya, maka kami memutuskan memberikan topi untuk siswa dan kerudung untuk siswinya. Keduanya dikasih nama masing-masing.

Waaah... anak-anak pasti senang ya dapat bingkisan yang bertuliskan namanya. Apalagi tas goodie bagnya juga ada foto mereka. Wiih keren banget pastinya.

Ini topi dan tas goodie bag 

Senin, 23 April 2018

Hujan: Berbahagialah



Teman-teman pasti merasakan ya, ketika musim hujan tiba, terkadang kita repoooot banget.
Mungkin gara-gara hujan, kita jadi malas berangkat sekolah/kuliah/ngantor. Gara-gara hujan juga ni, pakaian jadi ga kering-kering pas dijemur setelah dicuci. Yang lebih parahnya lagi, gara-gara hujan jadi banyak jadi terserang virus influenza. Ehmmm kayaknya hujan berdampak negatif banget yah.


Tapi dilain waktu, kita juga merasa nyaman banget karena hujan. Coba deh, kalau malam-malam hujan, pasti tidur teman-teman nyenyak banget, asalkan ga kebocoran aja sih yaa, hihi. 

Terus, pohon di halaman rumah jadi subur deh tanpa harus disiram pake air PAM,kan jadi irit biaya juga.

Nah, hujan merupakan hal yang sangat istimewa loh. Kenapa?? Buktinya hujan sampai masuk di dalam Al Qur'an. Dari tahapan terbentuknya hujan sampai manfaatnya dijelaskan secara lengkap dalam Al Qur'an. Coba kita renungkan, ga mungkin kan sesuatu yang sia-sia (tidak ada manfaatnya) tertulis di Dalam Al Qur'an..?