Senin, 12 Maret 2018

Rindu yang Sempurna #7 : Bukan Gentleman

"Mmm..." kacau ini, kacau! Bibirku sama sekali tak bisa diajak kompromi. Sulit sekali rasanya mau berbicara. Padahal sama sekali aku tak punya rasa dengan Kak Zaki. Ayolah Renata, kamu pasti bisa!

"Tentang surat yang kemaren..." belum selesai aku meneruskan pertanyaan,mataku terbelalak. Aku melihat laki-laki itu.

Laki-laki berkacamata yang menjengkelkan itu. Ia lewat di belakang Kak Zaki sambil melihatku tajam. Aaarrggh... Kenapa dia harus lewat disaat otakku sedang bekerja keras merangkai kata membuat pertanyaan untuk Kak Zaki. Tuh kan,kenapa dia selalu menambah masalahku. Hasilnya, kata yang keluar jadi belepetan.

"Mmm... Itu kak, mau nanya. Surat kemarin itu kenapa Kak? Eh maksudnya apa ya, Kak?" Swear! Aku jadi hilang fokus gegara melihat laki-laki itu.

"Saya mau mengkhitbah kamu," Kak Zaki menjawab dengan pasti. Tentu dengan senyuman termanisnya

"Hah?! Jadi beneran khitbah?" Nadaku terdengar seperti orang kaget. Tapi sebenarnya ini hanya akting belaka. Agar Kak Zaki ikutan kaget karena aku kaget. Hihi.. Jahat ya aku.
"Nanti kok, setelah kamu lulus. Syawal tahun depan yaa..,"


"Eh eh.. Tapi Kakak ga pernah nanya loh apa saya setuju atau tidak. Kalau saya gak mau gimana?" Aakkk... Jawabanku mengalir begitu saja. Kuharap Kak Zaki tidak tersinggung dan mau introspeksi kembali niatnya itu.

Ia hanya tersenyum. Lalu...  "Bisa kamu jawab sekarang?" tanyanya.

Duarrrr!!!!

Asli aku mati kutu. Jantungku kian berdebar. Tanganku dingin. Seketika aku menjadi wanita paling bodoh di bumi dengan pertanyaan semacam ini.

"Kan masih lama Kak.. Masih setahun loh. Setahun itu pasti banyak kejadian yang kita ga akan pernah tahu.." aku menyerocos.

"Jadi jawaban kamu?"

"Ya kalo khitbah aku belum tau, Kak. Itu nanti aja deh ya Kak.." Aku memejamkan mata. Jawaban ini diluar skema. Renata... Renata... Hanya karena melihat laki-laki itu saja semua pertanyaan dan Jawaban yang sudah terstruktur rapih dan mantab bisa buyar seketika. Hebatnya laki - laki itu!

"Saya akan bertanya kembali sebelum Rajab tahun depan! Assalamualaikum," Kak Zaki tersenyum lalu berpamitan.

Aku? aku masih berdiri disini. Di tengah kebingungan yang dahsyat. Jelas pertemuanku dengan Kak Zaki bukan mengurangi masalah, tapi justru menambah masalah. Padahal seharusnya segera kuputuskan kalau aku tidak mau berhubungan tanpa ikatan yang tidak jelas seperti ini. Pacaran tidak, dilamar juga tidak, apalagi menikah, belum! Lagipula aku tak mau pacaran! 

Aku membalikan badan, berjalan lemah menuju pohon beringin kembali. Memikirkan apa yang harus aku lakukan. Aku tak mau hidup seperti ini. Kalaupun memang Kak Zaki adalah seorang yang gentleman, ya sebaiknya segera lamar aku, agar jelas aku bisa menolak atau menerimanya. Bukan seperti ini. Aku tak suka dengan hubungan seperti ini.

Bersambung...

#onedayonepost
#ODOPbatch5
#tantangan
#tantangancerbung7

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^