Kamis, 06 Februari 2014

Ketika di Danau Laut Tawar



Liburan 3 hari yang lalu,kami berkesempatan mengunjungi Danau Laut Tawar yang berada di Aceh Tengah. Ini kali keduanya saya berkunjung kesini setelah tahun 2010 lalu. Untuk Suami,beliau sudah sangat sering kesini sedangkan untuk Athar ini pertama kalinya :)


Kami pergi menggunakan APV bersama 2 keluarga teman kantor suami. Jadi bisa dibilang rame bangetlah. Apalagi ada 4 anak balita dalam satu mobil. Kebayang kan gimana suasanya? WOW banget pastinya..hehe.

Danau Laut Tawar berada di Takengon, Aceh Tengah. Danau yang biasa disebut Danau Lut Tawar oleh masyarakat Gayo ini mempunyai luas kira-kira 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3.219 km. Pantas saja waktu yang kami butuhkan untuk mengelilingi danau ini sekitar 4 jam. 4 jam dengan sesi foto-foto pastinya :D

Untuk volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter). Katanya,di danau ini terdapat populasi ikan Deupik,ikan sebesar ibu jari yang hanya ada di danau ini.

Menikmati keindahan danau ini,rasanya tidak dapat digantikan oleh "mata" kamera. Sebagus dan secanggih apapun kamera teman-teman,hasilnya gak akan pernah seindah mata asli memandang.




Ada 3 tempat wisata sejarah di seputaran danau ini. Pertama,Gua Loyang Koro. Gua yang menurut narasumber artinya gua Kerbau,dahulu merupakan jalan alternatif yang menghubungkan kota Takengon dengan kampung Isak. Gua sepanjang 35 km ini pernah menjadi tempat persembunyian para pejuang islam. Bahkan Sultan Aceh juga pernah bersembunyi untuk menghindari agresi tentara Belanda saat itu.


Di Gua Loyang Koro ini kami tidak sempat menikmati keindahan di dalamnya,sebab untuk mencapai gua harus turun melewati jalan setapak yang cukup curam. Mengingat kami 3 keluarga membawa anak balita semua,jadi niat ke gua ini di urungkan. Hanya berfoto-foto saja di depan gapura pintu masuk jalan setapaknya ;D

Yang kedua,pacuan kuda tradisional. Sayang sekali waktu kemarin saya kesini,pacu kuda tradisional ini sudah tidak ada lagi. Hanya tertinggal monumen kuda yang nyaris rubuh. Padahal pacuan kuda tradisional ini didirikan pada tahun 2007,usianya masih muda tetapi tidak awet,mengenaskan :(



Yang ketiga ada Gua Putri Pukes. Dari sini pula awal mula Danau Laut Tawar terjadi. Alkisah dulu di Takengon pernah ada sebuah kerajaan. Di kerajaan itu ada seorang putri bernama Putri Pukes. Putri Pukes mencintai seorang pria dari kerajaan lain tetapi hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua Putri Pukes. Sang putri tetap teguh dengan keinginannya,akhirnya terjadilah pernikahan. Saat Putri Pukes akan pergi menuju kerajaan suaminya,orang tua yang dari awal hubungan mereka tidak setuju berpesan,"Jika kau sudah pergi meninggalkan kerajaan ini janganlah sekalipun engkau palingkan wajahmu ke belakang ". Sang putri yang saat itu bimbang antara sayang dengan orang tuanya serta cinta pada suaminya tidak dapat menahan kesedihannya. Serta merta saat perjalanan yang dikawal oleh beberapa prajurit itu sang putri tidak sadar memalingkan wajahnya ke belakang. Bersamaan dengan itu datanglah petir yang diiringi hujan lebat. Para pengawal menganjurkan sang putri untuk berteduh di sebuah gua. Setelah hujan reda,mereka melanjutkan perjalanan,para pengawalpun memanggil putri yang berdiri disudut sendirian. Tapi dipanggil berkali-kaki sang putri tidak menyahut,ternyata setelah di datangi badan sang putri sudah mengeras seperti batu. Sekarang patung sang putri sudah membesar dibagian bawahnya. Bagian bawah badannya yang membesar itu katanya diakibatkan air mata sang putri yang sampai sekarang kadang-kadang masih menetes. Akibat hujan deras tadi terjadilah Danau Laut Tawar yang sekarang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Begitulah sekilas ceritanya :)

Di Gua Putri Pukes ini kami juga tidak masuk ke dalam guanya. Menimbang guanya sangat kecil,gelap dan... bahaya kalau untuk anak balita. Jadi seperti yang kami lakukan di Gua Loyang Koro,hanya berfoto-foto saja di pintu masuknya :D

Jejeran dan kombinasi bukit nan indah,udara sejuk dan segar serta hamparan rumput yang menghijau sangat tepat dinikmati bagi yang ingin liburan di alam terbuka. Liburan yang sangat murah meriah tentunya.

Ikon kota Takengon "Gayo Highland". Sebuah dataran tinggi masyarakat Gayo

Bergaya dulu ah... ^^

Oya,kenapa danau ini disebut danau laut tawar? Karena sejauh mata memandang hanya hamparan air bagai samudera. Tidak ada ujungnya,luas seperti lautan. Rasa airnya tidak asin alias tawar,jadilah danau ini dinamakan Danau Laut Tawar :)

Setelah seharian menikmati pemandangan yang indah,di perjalanan pulang kami mampir ke salah satu pondok yang menjual durian. 1 duren disini harganya hanya sepuluh ribu rupiah,yang paling besar dihargai hanya tiga puluh ribu rupiah. Waow.. bagi pecinta durian,disini surganya :D


Santap duren dulu aaah ^_^
Yuk buat teman-teman yang hobi jalan-jalan,belum lengkap loh kalau belum ke Danau Laut Tawar ini. Gak bikin kantong jebol,karena masuk ke danau ini tuh gratis tis tis. Teman-teman akan dimanjakan dengan udara yang sejuk,bersih dan segar. Dijamin teman-teman akan terkagum-kagum ^_^

Oya,kalau mau lihat pemandangan lainnya,bisa dilihat di sini ya,,itu dokumentasi saya saat pertama kali ke Danau Laut Tawar tahun 2010 lalu :)

30 komentar:

  1. indah sekali, lebih indah membayangkan dari pada melihat fotonya ituh....
    dan so pasti kok mesti ada duriannya, mentang mentang cinta sama durian, huh....
    enak ya mbak kalau rekreasi bareng gituh. jadi rame dan terutama ada yang memfotokan..
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu Mas Agus saya juga pengen dong jalan-jalan bareng
      Kapan yah saya seperti Mbak Yulita? kaya nya Indah tersa dunia ini hhhh :D

      Hapus
    2. iya ya mas, kang kalau rekreasi bareng - bareng geto ada yang menjepret saya juga pengen nih rekreasi ketempat begituan

      Hapus
  2. Aaah... Duren cm 10 ribu ??? surga bener itu mb...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu murah ya , apa lagi kalau manjat dan metik duren di pohonnya mungkin geratis hehehe

      Hapus
  3. H-hii, yg atas dedenya gak mau difoto sama abinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu gaya baru mas, model film The Raid heheheh

      Hapus
  4. Wah keren danaunya!!! Pengunjungnya juga gak begitu banyak ya? Wah kalo saya pasti kantongnya jebol kalau ke danau laut tawar ini, musti ke Aceh dulu :D

    BalasHapus
  5. eksotik banget....

    durennya bikin ngiler...hmmm..murah banget, disini bisa berkali lipat harganya

    BalasHapus
  6. diakhiri dengan pesta duren hehe...

    BalasHapus
  7. Kok namanya gitu yah? Danau sekaligus laut? Hehehe... Cukup unik sekaligus indah :)

    BalasHapus
  8. Wah Dik Athar hebat ya...nggak rewel diajak jalan jauh.

    Mbak Yuli, terbayang betapa nikmatnya melakukan perjalanan jauh dengan balita-balita...repot tapi nikmat...saya sudah beberapa kali melakukan perjalanan jauh dengan Zaki dan kawan-kawan (tapi bukan berwisata)...rasanya menyenangkan banget...sepanjang jalan dipenuhi canda dan tawa mereka...sampe benging "kok nggak ada capeknya sih anak-anak itu??"

    btw, itu lho duriannya kok menggoda banget, sampe ngences saya Mbak

    BalasHapus
  9. Kalau liat danau ini bawaannya memang pengen berenang aj.. jadi ingat kampung saya yang kebetulan juga dekat danau :D

    BalasHapus
  10. Indah sekali yah Mbak Yulita. pemandanya adem seger sejuk dan segalanya deh
    Namnya Unik dan Aneh yah Mbak. koq Danu di Laut tawar? seharusnya sih asin Kan?

    BalasHapus
  11. bengong aja dech,habis joz banget.

    BalasHapus
  12. nice pos bak salam kenal semoga makin sukses kunbal y

    BalasHapus
  13. beuh ! habis traveling kuliner durian, rasana gimana tuh mbak?

    BalasHapus
  14. ka, jadi itu danau apa laut? namanya unik yaa :D

    yg Gayo highland itu macem Holywood tulisannya hhi.. ahh jadi pengen liburan juga nih :p

    BalasHapus
  15. Wisata alam memang menyenangkan banget ya, Mbak.... :D

    Wih, 4 balita dalam satu mobil.... Pasti riuh banget ya, hehe....

    BalasHapus
  16. waah jadi kangen suasana laut nih mbak, hehe, makasih ya udah berbagi pengalamannya.

    BalasHapus
  17. nampaknya indah tu danau y salam sukses

    BalasHapus
  18. Aku juga pasti mengurungkan niat kalau ke Gua, bawa anak ataupun tidak hehehe ketahuan aku penakut ya mbak

    BalasHapus
  19. Subhanallah ... indahnya pemandangannya ... Ditambah aroma wangi durian yang membius ... hehe. Pengen makan. Lho. Salam Mbak ...

    BalasHapus
  20. Hasil bidikan lewat sebuah kamera sudah indah begini ya viewnya, gimana klo melihat secara langsung kesana.. ?!

    BalasHapus
  21. asik ya mbak , , , :D
    pmandangn nya siipp . . .
    mampir diblog q ya mbak , , , ,

    BalasHapus
  22. enak durennya tuh hehe

    BalasHapus
  23. Kunjungan perdana saya kesini, salam perkenalan ya.. asik nih keluarga bahagia, jalan jalan terus.

    BalasHapus
  24. ckckck indah sekali pemandangannya, jadi penasaran jadinya pengen berkunjung ke danau laut tawar... apalagi saya penasara dengan ikan Deupik coba di jepret dong Mbak Yulita biar saya gak penasaran dengan ikan Deupik hehehe

    BalasHapus
  25. Wuaaaa pesta durian .... serbuuuuu :D

    BalasHapus
  26. Sukaaaa... suatu saat pengen kesini...

    BalasHapus

Terimakasih atas kunjungannya ya..
Silahkan tinggalkan komentar sesuka hati asal sopan dan tunggu kunjungan balik saya ke blog teman-teman^^